Wakil Ketua DPRD NTB H. Lalu Wirajaya Dukung Perampingan OPD: Efisiensi Anggaran Harus Sejalan Dengan Efektivitas Pelayanan

Mataram, (KabarBerita) – Wakil Ketua DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat, H. Lalu Wirajaya, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah strategis Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal dalam merampingkan struktur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melalui perda Struktur Organisasi dan Tata Kelola (SOTK) yang telah disetujui mayoritas fraksi di DPRD NTB.

Menurut Lalu Wirajaya, langkah perampingan OPD yang disebut dapat menghemat anggaran hingga Rp 200 miliar lebih, merupakan terobosan berani dan tepat sasaran di tengah kompleksitas tantangan pembangunan saat ini. Namun ia menegaskan bahwa efisiensi struktur birokrasi ini tidak boleh mengorbankan kualitas pelayanan publik dan efektivitas pencapaian program prioritas.

“Kami menyambut baik semangat efisiensi ini. Tapi kami juga tegaskan, jangan sampai hemat struktur justru menyulitkan fungsi. Penggabungan OPD harus memperkuat, bukan melemahkan,” ujarnya kepada media, Selasa (1/7).

Politikus Muda Partai Gerindra ini menilai, keputusan untuk melebur sejumlah OPD harus diikuti dengan perencanaan kelembagaan yang matang dan sistem kerja yang terintegrasi.

Wakil Ketua DPRD NTB, H. Lalu Wirajaya (Paling kanan) saat foto bersama Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal dan anggota Fraksi Gerindra DPRD NTB seusai rapat paripurna (30/6).

Lebih jauh, Lalu Wirajaya menyoroti perlunya penguatan fungsi di bidang-bidang strategis pasca-penggabungan, terutama dalam mendukung implementasi RPJMD NTB 2025–2029 yang telah diteken antara eksekutif dan legislatif. Ia menyebut tiga isu prioritas provinsi ke depan yaitu: pengentasan kemiskinan ekstrem, penguatan ketahanan pangan, dan pengembangan pariwisata berkelas dunia sebagai indikator kunci keberhasilan reformasi birokrasi tersebut.

“Efisiensi tidak boleh mengendurkan daya dobrak program prioritas. Justru dengan struktur yang ramping, kita tuntut akselerasi kerja yang lebih tajam, cepat, dan terukur,” tegasnya.

Lalu Wirajaya juga menekankan pentingnya pelatihan ulang (reskilling) ASN, evaluasi sistem pelayanan, serta rekonsolidasi perencanaan program agar tidak terjadi tumpang tindih tupoksi pasca-penggabungan OPD. Ia menyebut reformasi struktural ini sebagai “operasi senyap penyelamatan fiskal daerah” yang harus dijaga agar tidak menjadi bumerang akibat lemahnya eksekusi.

Menanggapi kekhawatiran beberapa pihak terkait peleburan Dinas Kebudayaan dalam struktur baru, Wirajaya menyambut baik keputusan untuk membentuk Dinas Kebudayaan terpisah sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya lokal sekaligus menjawab tantangan globalisasi identitas.

Di sektor pariwisata, ia memuji langkah Gubernur NTB yang mengintegrasikan fungsi ekonomi kreatif ke dalam Dinas Pariwisata, yang menurutnya selaras dengan visi NTB sebagai destinasi unggulan dunia dan pusat kreativitas lokal.

“Reformasi birokrasi ini bukan semata soal struktur. Ini adalah fondasi bagi wajah baru pelayanan publik NTB: gesit, hemat, dan berdampak langsung pada masyarakat,” pungkas Lalu Wirajaya.

Hal ini sekaligus menjadi komitmen DPRD NTB untuk terus mengawal kebijakan reformasi birokrasi, dengan menjaga keseimbangan antara efisiensi anggaran dan efektivitas pelayanan dalam mewujudkan NTB yang bangkit, makmur, dan mendunia. (*)

Related Posts

Kemenag NTB Gandeng Pemprov NTB, LPA, dan APH Bentuk Satgas Tindak Kekerasan di Satuan Pendidikan

MATARAM (KabarBerita) – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) NTB menggelar rapat perumusan Satuan Tugas (Satgas) pencegahan tindak kekerasan dilingkup satuan pendidikan dan Pondok Pesantren (Ponpes) se-NTB. Acara tersebut dihadiri…

Turun Reses di BKU, Bung Aley Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Warga

“Reses ini menjadi momentum bagi kami untuk mendengar secara langsung kebutuhan masyarakat.”   Lombok Tengah (KabarBerita) — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (DPRD NTB) Daerah Pemilihan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Patuhi Arahan KPK, Disdik Mataram Perketat Transparansi SPMB 2026/2027

Patuhi Arahan KPK, Disdik Mataram Perketat Transparansi SPMB 2026/2027

Isu LGBT Mencuat di Mataram, Sitti Fitriani Dorong Edukasi dan Penguatan Ketahanan Keluarga

Isu LGBT Mencuat di Mataram, Sitti Fitriani Dorong Edukasi dan Penguatan Ketahanan Keluarga

Reses di Komunitas Hindu, Lalu Pelita Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi

Reses di Komunitas Hindu, Lalu Pelita Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi

Mayura Heritage Yoga Campaign, Memadukan Kebugaran dan Pelestarian Warisan Budaya Mataram

Mayura Heritage Yoga Campaign, Memadukan Kebugaran dan Pelestarian Warisan Budaya Mataram

Kemenag NTB Gandeng Pemprov NTB, LPA, dan APH Bentuk Satgas Tindak Kekerasan di Satuan Pendidikan

Kemenag NTB Gandeng Pemprov NTB, LPA, dan APH Bentuk Satgas Tindak Kekerasan di Satuan Pendidikan

Harga Bumbu Dapur Melonjak di Mataram, Pasokan Seret dan Dolar Menguat Jadi Pemicu

Harga Bumbu Dapur Melonjak di Mataram, Pasokan Seret dan Dolar Menguat Jadi Pemicu