
Mataram(KabarBerita) – Kinerja Dinas Kesehatan Kota Mataram dalam merealisasikan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) mendapat apresiasi setelah berhasil melampaui target yang ditetapkan pada tahun anggaran 2025. Keberhasilan ini terungkap dalam rapat pembahasan RAPBD 2026 antara Komisi IV DPRD Kota Mataram dan sejumlah OPD mitra, yang turut mengupas sektor pendapatan kesehatan, termasuk kontribusi puskesmas dan unit layanan berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. Emirald Isfihan, menyampaikan bahwa realisasi PAD mencapai 114 persen, dengan capaian Rp26 miliar dari target Rp23 miliar.
Keberhasilan ini, kata Emirald, menjadi fondasi bagi Dinas Kesehatan untuk menargetkan pendapatan yang lebih tinggi pada tahun anggaran 2026.
”Tahun 2026 ini terjadi peningkatan PAD. Dari target semula sekitar Rp23 miliar pada tahun 2025, kami didorong oleh Sekda untuk menaikkannya menjadi Rp28 miliar. Ini menjadi tantangan bagi teman-teman di puskesmas dan seluruh BLUD,” jelasnya.
Emirald mengungkapkan bahwa secara teknis, Dinas Kesehatan sebelumnya hanya memproyeksikan target sebesar Rp26 miliar berdasarkan hitungan realistis kemampuan layanan. Namun dorongan dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) membuat target tersebut harus dinaikkan.
”Mau tidak mau, kita harus siap. Ini tantangan sekaligus motivasi untuk memaksimalkan layanan,” ujarnya.
Selain soal capaian dan target pendapatan, Emirald juga memaparkan perkembangan penting terkait penguatan kelembagaan layanan kesehatan di Kota Mataram. Ia mengumumkan bahwa Laboratorium Kesehatan Daerah resmi ditetapkan sebagai unit BLUD.
”Baru kemarin kami mendapatkan SK penetapan laboratorium kesehatan menjadi BLUD. InsyaAllah tahun 2026 kita akan memiliki total 12 BLUD,” ungkapnya.
Namun ia mengingatkan bahwa kinerja BLUD baru tersebut belum sepenuhnya tercermin dalam RAPBD 2026 karena proses perencanaan anggaran telah berjalan lebih dulu. “Untuk laporan tahun ini mungkin belum optimal karena perencanaan sudah berjalan. Tapi setelah APBD Perubahan, baru bisa lebih maksimal. Untuk awal, target pendapatannya sekitar Rp200 juta, dan berikutnya bisa meningkat dua kali lipat,” jelasnya.
Dengan capaian yang telah melampaui target dan penambahan unit BLUD baru, Dinas Kesehatan optimistis mampu memenuhi target PAD yang lebih tinggi pada tahun 2026, sejalan dengan peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Kota Mataram.








