
Mataram (KabarBerita) – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Gerbang NTB Emas (GNE) terus melakukan pembenahan dan evaluasi terhadap setiap lini bisnis yang dijalankan. Sehingga tidak mengulangi permasalahan yang sama seperti yang lalu.
Beberapa permasalahan yang muncul diantaranya, penyetoran dividen ke Pemerintah, Pajak yang belum dibayarkan dan baru teratasi setelah adanya suntikan dana dari Pemerintah Daerah (Pemda) NTB sebaesar Rp.8 Miliar.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama GNE L. Anas Amrullah mengatakan
dedepan BUMD tersebut akan fokus di satu lini bisnis saja yaitu, Konstruksi Bangunan sesuai dengan instruksi dari Gubernur NTB, Dr Lalu. Muhammad Iqbal. Serta sebagai supplier disetiap pembangunan daerah ke depannya.
“Pak Gubernur minta GNE fokus ke material konstruksi. Dengan hitung-hitungan jadi dia supporting terhadap projek APBD, infrastruktur, kita diharapkan kemudian berkontribusi di situ,”ucapnya.
Anas sapaan akrabnya juga memastikan sedari awal, GNE memang fokusnya di bidang konstruksi bangunan, dan itu yang akan memudahkan langkah kedepan dalam menangani setiap pembangunan daerah. Dan aktif mendukung program Pemerintah daerah.
“Sudah pasti, sebenarnya core bisnisnya sejak lama adalah itu, tapi kemudian dikembangkan ke bisnis lain yang kita nggak kuasai, nah sekarang Pak Gubernur minta side back lagi, balik ke situ,”ungkapnya.
Ia juga menegaskan jika, pengembangan usaha sah-sah saja, tetapi harus linier dengan apa yang menjadi core bisnis itu sendiri. Seperti material dengan pengembangannya, dan searah dengan turunan bisnis material konstruksi.
“Hari ini kan GNE ada di hilir, kita produksi hilir ini, yang diharapkan pak gubernur itu berkembang juga sampai ke hulu, hulu itu misalnya jadi galian c, kemudian ke stone kraser, baru sampai ke bisnis yang berbahan berbasis beton,”ucapnya.
“Nanti inspektorat yang kita harapkan tindak lanjut, karena kan hasil itu langsung ke Direksi, tugas saya adalah follow up, tapi kalau saya mendapatkan personal follow up nanti saya minta pendampingan, perlu supporting dari Pak gubernur dan Beliau sudah perintahkan tadi, salah satu rekomendasinya adalah laporan keuangan 2023-2024 diterima dengan catatan dilakukan audit oleh APIP,”.
Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro (Karo) Ekonomi Setda NTB Marga Rayes mengatakan bahwa sesuai dengan Instruksi Gubernur NTB, GNE akan merombak dan berbenah diri serta konsisten dengan apa yang perlu dipertahankan, dengan berkaca dari masa lalu, demi pembangunan yang lebih baik.
“Seperti yang disampaikan oleh pak Gubernur tadi, kita mulai ulang, kita perbaiki, apa yang tidak bagus diperbaiki yang bagus ya dilanjutkan,”ujarnya saat dimintai keterangan seusai RUPS-LB.
Marga sapaannya juga mengatakan sesuai dengan hasil RUPS-LB bahwa akan ada audit dari Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), yang nantinya akan dijadikan bahan evaluasi, bagian mana saja dan apa saja yang harus diperbaiki sekaligus sebagai panduan kerja ke depan.
“Dan RUPSnya tadi sudah diterima dengan catatan, akan ada audit internal oleh APIP,”jelasnya.
Lebih jauh Marga mengatakan Bahwa ada catatan untuk jajaran direksi yang lama, dan itu yang harus diperbaiki saat ini, sehingga tidak memunculkan masalah baru, dan itu yang menjadi tugas dari GNE ke depannya.
“Itu yang dipesan betul sama Pak Gubernur, kita selesaikan yang lama, kita start ulang,”ucapnya.
Marga juga menyebutkan bahwa terkait adanya tunggakan pajak yang sebelumnya, yang membuat GNE tidak bisa melakukan berbagai kegiatan, termasuk penundaan RUPS sudah diatasi, dan itu berkat bantuan dari Pemprov dengan nominal Rp.8 miliar.
“Pajak sudah, sudah dibayar makanya kita bisa RUPS ini, karena pajaknya sudah dibayar,”imbuhnya. (Wira)






