Keluhan Guru Mencuat, Herman Gerindra Minta Kaji Ulang Wacana FDS

Mataram(KabarBerita) – Wacana penerapan full day school (FDS) di Kota Mataram menuai beragam respons, termasuk keluhan dari para guru terkait kewajiban masuk sekolah pada hari Sabtu. Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Kota Mataram dari Fraksi Gerindra, Herman, meminta Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Pendidikan untuk mengakaji kembali rencana kebijakan tersebut secara menyeluruh.

Herman menegaskan, rencana penerapan FDS tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa. Menurutnya, diperlukan sosialisasi yang masif dan terbuka kepada seluruh pihak, mengingat kebijakan tersebut telah memunculkan pro dan kontra di tengah masyarakat.

“Wacana full day school ini harus dikaji ulang secara komprehensif dan disosialisasikan secara luas. Jangan sampai kebijakan ini justru menimbulkan kegaduhan karena kurangnya persiapan,” ujar Herman,Rabu (7/1).

‎Ia menekankan, pemerintah daerah perlu memperhatikan aspek efektivitas pembelajaran serta kondisi psikologis siswa. Menurutnya, durasi belajar yang lebih panjang berpotensi menimbulkan kelelahan dan kejenuhan pada siswa jika tidak dirancang dengan baik.

‎“Waktu belajar yang terlalu panjang tentu berdampak pada psikologis anak. Belum lagi kegiatan ekstrakurikuler yang bisa jadi tidak lagi bisa diikuti, termasuk aktivitas sosial dan keagamaan seperti mengaji sore,” katanya.

‎Selain dampak bagi siswa, Herman juga menyoroti keluhan para guru yang merasa terbebani dengan kewajiban tetap masuk sekolah pada hari Sabtu. Ia menegaskan, aspirasi dan masukan dari para guru harus menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan.

‎“Guru juga manusia. Mereka butuh waktu istirahat dan berkumpul bersama keluarga. Keluhan para guru ini tidak boleh diabaikan,” tegasnya.

‎Herman menambahkan, jika mengacu pada sistem kerja aparatur sipil negara (ASN) di luar lingkungan pendidikan yang telah menerapkan lima hari kerja, maka sudah sepatutnya para guru juga mendapatkan keadilan terkait hari kerja, jam kerja, dan beban tugas.

‎“Guru juga berhak atas keadilan. Jangan sampai beban kerja mereka justru bertambah tanpa pertimbangan yang adil dan manusiawi,” ujarnya.

‎Oleh karena itu, Komisi IV DPRD Kota Mataram mendesak Pemkot Mataram agar benar-benar mengkaji setiap kebijakan yang akan diterapkan, khususnya di sektor pendidikan, agar tidak menimbulkan kegaduhan dan polemik di tengah masyarakat.

‎“Kebijakan pendidikan harus berpihak pada kepentingan terbaik anak dan tenaga pendidik. Jangan sampai niat baik justru menimbulkan masalah baru,” pungkas Herman.

  • Related Posts

    Pelayanan Publik Tetap Jalan, Pemkot Mataram Batasi WFH ASN Hanya 30 Persen

    ‎Mataram(KabarBerita)— Pemerintah Kota Mataram memastikan seluruh layanan publik tetap berjalan normal meskipun kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) mulai diterapkan. Kebijakan tersebut hanya berlaku terbatas bagi sebagian…

    Dishub Mataram Siapkan Tarif Baru Parkir di RTH

    Mataram (KabarBerita) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram berencana menerapkan tarif baru retribusi parkir sesuai Peraturan Daerah (Perda). Namun, penerapannya tidak dilakukan secara menyeluruh, melainkan secara terbatas di sejumlah titik…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Pemprov NTB Klarifikasi Soal Laporan Gubernur Bersifat Pribadi: Bukan Soal Kritik, Tapi Pelanggaran Data Pribadi

    Pemprov NTB Klarifikasi Soal Laporan Gubernur Bersifat Pribadi: Bukan Soal Kritik, Tapi Pelanggaran Data Pribadi

    Jadi Percontohan Ruang Bersama Indonesia, Pemprov NTB Komitmen Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

    Jadi Percontohan Ruang Bersama Indonesia, Pemprov NTB Komitmen Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

    DPP PAN Ingatkan Kader Kerja Nyata dan Berdampak Untuk Rakyat

    DPP PAN Ingatkan Kader Kerja Nyata dan Berdampak Untuk Rakyat

    Maskapai Transnusa Resmi Layani Penerbangan Lombok-Jakarta

    Maskapai Transnusa Resmi Layani Penerbangan Lombok-Jakarta

    Keluarga Besar PWI Berduka: Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia

    Keluarga Besar PWI Berduka: Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia

    Tunaikan Janji Politik, Gubernur NTB Serahkan Bantuan Dana Desa Sebesar Rp 300 Juta Hingga Rp 500 Juta Per Desa

    Tunaikan Janji Politik, Gubernur NTB Serahkan Bantuan Dana Desa Sebesar Rp 300 Juta Hingga Rp 500 Juta Per Desa