
MATARAM (KabarBerita) – Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal merealisasikan salah satu janji politiknya yakni menyalurkan bantuan dana ke desa-desa dengan spesifikasi khusus yaitu yang masuk kategori miskin dan miskin ekstrem lewat program unggulannya Desa Berdaya.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis usai Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi NTB dalam rangka penyusunan RKPD 2027, Pada Kamis, (16/04/ 2026) di Hotel Lombok Raya Mataram.
Miq Iqbal sapaan akrab Gubernuran NTB, mengatakan bantuan yang diberikan merupakan bagian dari janji politiknya, diwaktu menggelar kunujngan ke beberapa wilayah bersama Umi Dinda (Wagub). Dimana Dalam program ini, setiap desa menerima bantuan antara Rp 300 juta hingga Rp 500 juta tergantung tingkat dan jumlah warga miskin ekstrem di desa setempat, untuk mendorong pengentasan kemiskinan berbasis desa.
“Janji politik saya akan memberikan bantuan Rp 300 sampai 500 juta kepada desa, hari ini (Kamis,red) saya bayar janji itu diberikan ke 106 desa miskin ekstrem secara bertahap,” ujarnya.
Lebih jauh Ia menambahkan Selain bantuan dengan pengalokasiannya ke desa, pemerintah juga menyalurkan bantuan langsung kepada keluarga miskin ekstrem sebesar Rp 7 juta per KK. Dengan harapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pendampingan yang berkelanjutan.
“Jadi kita ingin kemandirian yang sifatnya continue tentunya tidak terlepas dari pendampingan,” ungkapnya.
Dikatakannya juga bahwa pendekatan pembangunan dari desa menjadi kunci dalam menekan angka kemiskinan di NTB. Menurutnya, persoalan kemiskinan tidak bisa diselesaikan secara sendiri-sendiri tanpa intervensi langsung di tingkat desa.
“Kalau tidak kita selesaikan akan menghambat pembangunan. Karena itu dibuat program Desa Berdaya,” jelasnya.
Untuk informasi Pada tahap awal, program Desa Berdaya menyasar desa-desa dengan kategori miskin ekstrem yang saat ini berjumlah 106 desa di NTB, melalui skema Desa Berdaya Transformatif. Kemudian skema kedua adalah Desa Berdaya Tematik untuk desa miskin. Ia juga menekankan pentingnya sinergi di tingkat pelaksana dengan meminta pendamping yang baru ditugaskan dapat bekerja bersama pendamping PKH yang telah lebih dulu terjun ke desa-desa.
“Saya minta pendamping Desa Berdaya bisa bersinergi dengan PKH. Tujuannya sama, mengurangi kemiskinan di desa. Mereka bukan untuk menyulitkan, tapi memperkuat yang sudah ada,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak, mulai dari kepala desa hingga pendamping sosial, untuk berkolaborasi dalam satu arah kebijakan. Menurutnya, upaya pengentasan kemiskinan membutuhkan kerja bersama yang terkoordinasi.
“Mari kita berjamaah mengurusi kemiskinan yang ada di desa. Ini ikhtiar yang ingin kita kuatkan bersama,” terangnya.
Dikatakannya juga bahwa penggunaan dana bantuan yang disalurkan tersebut harus melalui mekanisme musyawarah desa agar program yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat. Dan Pemerintah desa harus menyusun rencana kegiatan secara matang sebelum dana ditransfer ke rekening desa.
“Pastikan laporannya bagus, sehingga kita bisa klasifikasi dan lanjutkan program ini di tahun mendatang,” imbuhnya.
Dalam Acara penyerahan bantuan secara simbolis tersebut disaksikan oleh Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Wakil Gubernur dan para Forkopimda dan tamu yang hadir di acara Musrenbang Provinsi NTB tersebut. (Wira/red).





