Zamroni Dukung Komitmen Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati dalam Perjuangkan Nasib Guru Honorer Madrasah Swasta

MATARAM (KabarBerita) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) NTB, Zamroni Aziz, menyampaikan jika Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati, tengah menindaklanjuti aspirasi guru-guru honorer Madrasah swasta se-Indonesia, supaya bisa diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Hal itu disampaikan Zamroni usai kegiatan Safari Ramadan yang dihadiri Wakil Ketua DPR RI di Asrama Haji NTB, Sabtu malam (28/2/2026).

“Alhamdulillah malam ini Safari Ramadan dihadiri langsung oleh pimpinan DPR RI, Ibu Hj Sari Yuliati. Tentu kita menindaklanjuti aspirasi dari guru-guru madrasah swasta untuk bisa diangkat menjadi PPPK,” katanya.

Zamroni menjelaskan, pihaknya melalui Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) dan Sekjen Kementerian Agama sedang mempersiapkan pengajuan data ke Kementerian PAN-RB, Badan Kepegawaian Negara (BKN), serta berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan.

“Pimpinan DPR pusat kemarin sudah memerintahkan kepada Kementerian Agama untuk bisa berkoordinasi dengan semua pihak untuk berdiskusi terkait dengan apa yang menjadi tuntutan guru-guru madrasah,” ujarnya.

Dikatakannya juga, untuk Pulau Lombok sendiri terdapat hampir 2.000 madrasah negeri dan swasta dengan jumlah guru madrasah swasta mencapai sekitar 25.000 hingga 35.000 orang. Sebagian besar telah memiliki sertifikasi dan inpassing.

Ia juga menyebut Selain pengangkatan PPPK, aliansi guru madrasah swasta juga memohon agar pembayaran tunjangan sertifikasi dan inpassing dilakukan setiap bulan seperti sistem penggajian ASN.

“Kami kemarin rapat koordinasi dengan Kementerian Agama Pusat dan itu akan diupayakan supaya dibayar gajinya atau honornya setiap bulan,” jelasnya.

Menurut Zamroni, persoalan ini telah menjadi atensi nasional.

“Harapan kita nasib guru madrasah swasta se-Indonesia bisa bergerak dari NTB untuk Indonesia,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati menyampaikan bahwa dirinya menerima langsung aspirasi guru madrasah swasta dalam demonstrasi damai di Gedung DPR RI pada 11 Februari 2026.

“Betul bahwa saya yang menerima demonstrasi damai dari guru-guru madrasah swasta yang ada di seluruh Indonesia dan kebetulan saya menghadapinya sendiri sebagai Wakil Ketua DPR RI,” terangnya.

Ia mengatakan, tuntutan guru madrasah swasta mencakup lima poin, di antaranya permohonan pengangkatan menjadi PPPK melalui kebijakan khusus serta keikutsertaan dalam seleksi PPPK untuk ditempatkan di madrasah negeri maupun swasta.

“DPR RI secara afirmasi mendukung tuntutan tersebut yaitu guru madrasah swasta diangkat untuk menjadi PPPK,” tegasnya.

Sari menekankan bahwa pengangkatan tersebut membutuhkan rapat koordinasi antara Kementerian Agama, Kementerian PAN-RB, BKN, dan Kementerian Keuangan untuk memastikan kesiapan anggaran.

“Saya memberikan kesempatan Kementerian Agama untuk menjadi koordinator atas rapat tersebut. Apabila tidak mampu melakukannya maka saya yang akan lakukan,” katanya.

Terkait tunjangan profesi guru, Sari menyebut secara politik dan teknis kebijakan tersebut telah tersedia, termasuk anggarannya.

“Anggaran itu sudah ada, keputusannya sudah ada, tinggal dilaksanakan saja. Itu hanya masalah proses teknisnya saja,” ujarnya.

Ia berharap momentum Ramadan menjadi penguat komitmen dalam memperjuangkan kesejahteraan guru madrasah.

“Mudah-mudahan itu menjadi afirmasi dari DPR RI tentang keberpihakan pimpinan terhadap para guru madrasah tersebut,” pungkasnya. (Wira/red).

  • Related Posts

    Inovasi Daerah, Merubah Emisi Jadi Karbon Bernilai Ekonomi

    Kepala BRIDA Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, S.H., M.H. Mataram, (KabarBerita) — Ternyata ditengah isu global terkait degradasi lingkungan yang berdampak pada pemanasan global, ada kabar baik bahwa upaya…

    Pemprov NTB Hormati Aspirasi Publik, Tegaskan Proses Hukum Harus Bebas dari Tekanan Opini

    MATARAM (KabarBerita)-Di tengah aksi dan desakan publik yang menguat terkait persidangan dugaan gratifikasi DPRD NTB, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan bahwa proses peradilan harus berjalan tanpa tekanan, serta…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Pejabat Mulai Kewalahan, Wali Kota Mataram Buka Opsi Evaluasi Kebijakan Bersepeda

    Pejabat Mulai Kewalahan, Wali Kota Mataram Buka Opsi Evaluasi Kebijakan Bersepeda

    Masuk Tahun Ketiga, Pasar Ikan Bintaro Masih Setengah Jadi

    Masuk Tahun Ketiga, Pasar Ikan Bintaro Masih Setengah Jadi

    Dukung Program Lima Hari Sekolah, Zia Urrahman: Waktu Keluarga Lebih Berkualitas dan Karakter Anak Terbentuk

    Dukung Program Lima Hari Sekolah, Zia Urrahman: Waktu Keluarga Lebih Berkualitas dan Karakter Anak Terbentuk

    Anggaran BBM Terancam Habis November, DLH Mataram Ajukan Tambahan Rp1,4 Miliar

    Anggaran BBM Terancam Habis November, DLH Mataram Ajukan Tambahan Rp1,4 Miliar

    Gufron Semprot PUPR Mataram Soal Reklame Bodong, Sebut Bocorkan PAD dan Rusak Wajah Kota

    Gufron Semprot PUPR Mataram Soal Reklame Bodong, Sebut Bocorkan PAD dan Rusak Wajah Kota

    Zia Urrahman Apresiasi Penurunan Stunting di Mataram, Usulkan Mobil Pelayanan untuk Dinas Kesehatan

    Zia Urrahman Apresiasi Penurunan Stunting di Mataram, Usulkan Mobil Pelayanan untuk Dinas Kesehatan