Tak Perlu Tunggu Kemendagri, Dewan Dorong Pemkot Mataram Rampingkan SOTK

Mataram(KabarBerita)— Sikap Pemerintah Kota Mataram yang memilih menunda perampingan atau merger Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) menuai kritik dari legislatif. Anggota Komisi I DPRD Kota Mataram, Baiq Zuhar Parhi, secara terbuka menyayangkan keputusan tersebut.

‎Politisi Partai Keadilan Sejahtera dari Daerah Pemilihan Mataram itu menilai alasan Pemkot yang masih menunggu keputusan pusat, khususnya dari Kementerian Dalam Negeri, tidak sepenuhnya tepat. Menurutnya, regulasi yang ada saat ini sebenarnya sudah cukup menjadi dasar untuk melakukan penataan organisasi.

‎“Kalau yang saya tahu, sepertinya tidak perlu menunggu penetapan kelas daerah dari Kemendagri. Sudah jelas OPD mana yang dibolehkan, mana yang ditiadakan, dan mana yang dipertahankan. Tinggal dilakukan penyesuaian,” ujar Baiq.

‎Ia mencontohkan sejumlah organisasi perangkat daerah yang dinilai kurang relevan jika berdiri sendiri di level kota. Dinas Pertanian, misalnya, dianggap bisa digabung dengan Dinas Ketahanan Pangan karena memiliki irisan fungsi yang kuat. Begitu pula OPD lain yang menurutnya bisa dirampingkan tanpa harus menunggu arahan baru dari pusat.

‎“Kalau di kota, dinas pertanian rasanya kurang cocok berdiri sendiri. Itu bisa digabung dengan ketahanan pangan karena satu rumpun. Pariwisata masih oke, tapi yang lain bisa disederhanakan. Tidak perlu menunggu kelas daerah segala,” tegasnya.

‎Lebih jauh, Baiq menekankan bahwa perampingan SOTK justru memiliki banyak keunggulan, terutama dari sisi efisiensi birokrasi. Konsep yang ideal, kata dia, adalah “kaya fungsi, miskin struktur”, di mana pelayanan tetap maksimal meski jumlah struktur dikurangi.

‎“Orangnya diberdayakan, strukturnya dikurangi dan digabung-gabung. Itu lebih hemat, lebih efisien, dan tidak mengurangi fungsi. Justru pelayanan bisa lebih fokus,” tandasnya.

‎Menurut Baiq, jika Pemkot Mataram terus menunda penataan organisasi, peluang untuk membangun birokrasi yang lebih ramping dan adaptif justru akan terlewat. Ia berharap eksekutif berani mengambil langkah progresif, bukan sekadar menunggu kebijakan pusat, selama aturan yang ada masih memberi ruang untuk bergerak.

  • Related Posts

    Idul Adha Jadi Momentum Demokrat Mataram Rawat Solidaritas dan Toleransi

    Mataram(KabarBerita)— Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di lingkungan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Mataram tahun ini terasa berbeda. Selain menjadi bentuk ibadah dan rasa syukur, momentum kurban juga…

    Baiq Mirdiati Kawal Penyaluran Sapi Kurban Presiden Prabowo, Warga Bebidas Sambut Penuh Syukur

    ‎Mataram(KabarBerita)— Warga Lingkungan Bebidas, Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, menyambut penuh syukur bantuan sapi kurban dari Presiden RI Prabowo Subianto menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Bantuan sapi berbobot hampir satu…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Mahdalena : Jadikan Hari Lahir Pancasila Momentum Perkuat Persatuan dan Semangat Gotong Royong

    Mahdalena : Jadikan Hari Lahir Pancasila Momentum Perkuat Persatuan dan Semangat Gotong Royong

    Lalu Muhibban : Jadikan Hari Lahir Pancasila Momentum Perkuat Persatuan Bangsa

    Lalu Muhibban : Jadikan Hari Lahir Pancasila Momentum Perkuat Persatuan Bangsa

    PWI NTB Kecam Somasi terhadap NTBSatu dan Tolak Kriminalisasi Pers

    PWI NTB Kecam Somasi terhadap NTBSatu dan Tolak Kriminalisasi Pers

    Lima Bulan, 232 Tersangka 3C Diamankan Polda NTB dan Jajaran

    Lima Bulan, 232 Tersangka 3C Diamankan Polda NTB dan Jajaran

    Kapolda NTB Terjunkan 868 Personel dalam Patroli Rinjani Presisi Serentak Se-NTB

    Kapolda NTB Terjunkan 868 Personel dalam Patroli Rinjani Presisi Serentak Se-NTB

    Desa Berdaya, Bangkitkan Ekonomi Desa

    Desa Berdaya, Bangkitkan Ekonomi Desa