
Lombok Barat(KabarBerita)– Semangat inovasi dan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat tampak dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Terpadu 2026 yang dilaksanakan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Mataram di Desa Batulayar Barat, Kecamatan Batu Layar Lombok Barat. Salah satu program yang menarik perhatian warga adalah demonstrasi Teknologi Tepat Guna (TTG) pengolahan pangan lokal berupa Bakso ATEKE yang digelar pada Jumat, 17 April 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam mengenalkan inovasi pangan berbasis bahan lokal yang bergizi, sekaligus mendukung pencegahan stunting di tengah masyarakat. Melalui pendekatan sederhana dan mudah dipraktikkan, mahasiswa berupaya menghadirkan solusi nyata yang bisa diterapkan langsung oleh warga.
Sejak awal kegiatan, suasana tampak hidup. Ibu-ibu bersama anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan bakso. Mereka tidak hanya menyimak penjelasan, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pengolahan bahan hingga pembentukan bakso siap konsumsi.
Pendekatan partisipatif ini sengaja dipilih agar masyarakat tidak sekadar mengetahui teori, tetapi benar-benar memahami cara mengolah pangan bergizi secara mandiri di rumah. Dengan demikian, ilmu yang diperoleh diharapkan dapat terus dipraktikkan setelah kegiatan KKN berakhir.
Bakso ATEKE sendiri diperkenalkan sebagai salah satu inovasi olahan pangan lokal yang memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Selain praktis, makanan ini juga memiliki kandungan gizi yang baik untuk mendukung pertumbuhan anak dan menjaga kesehatan keluarga.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa juga memberikan penjelasan mengenai pentingnya menjaga kebersihan selama proses pengolahan makanan. Selain itu, mereka mengenalkan nilai gizi dari bahan yang digunakan serta potensi pengembangan produk Bakso ATEKE sebagai peluang usaha rumahan yang sehat dan bernilai ekonomi.
Tidak hanya berfokus pada praktik memasak, kegiatan ini juga membuka ruang diskusi antara mahasiswa dan warga. Sesi tanya jawab berlangsung hangat, dengan berbagai pertanyaan seputar pengolahan bahan, nilai gizi, hingga cara menyajikan makanan sehat bagi anak-anak.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya inovasi dalam pengolahan pangan lokal. Kebiasaan mengonsumsi makanan bergizi dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah stunting serta meningkatkan kualitas kesehatan keluarga.
Demonstrasi pengolahan Bakso ATEKE ini menjadi salah satu bentuk nyata program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan mahasiswa KKN. Selain meningkatkan pengetahuan gizi, kegiatan ini juga membuka peluang baru bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha kreatif berbasis potensi pangan lokal.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan manfaatnya tidak hanya dirasakan saat program berlangsung, tetapi dapat terus berlanjut dan menjadi bagian dari kebiasaan hidup sehat masyarakat di Desa Batulayar Barat.






