Nekat Mogok Kerja, Bupati Loteng Ingatkan Nakes PPPK Paruh Waktu Terkenal Pelanggaran Berat

LOMBOK TENGAH (KabarBerita)-Pelayanan kesehatan di kabupaten Lombok Tengah terancam lumpuh. Pasalnya, Tenaga kesehatan (Nakes) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paru Waktu (PW) mengancam akan mogok kerja massal mulai 27 April 2026 buntut belum adanya respon Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terkait kenaikan upah.

Seruan mogok kerja itu masif beredar di media sosial. Sikap ini disebut jadi langkah terakhir jika Pemkab Loteng tetap tidak merespons apa yang jadi tuntutan kenaikan upah.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, justru mengingatkan para Nakes PPPK PW supaya berpikir ulang untuk melakukan aksi mogok kerja. Sebab bertentangan dengan aturan disiplin pegawai pemerintah, tidak masuk kerja selama 10 hari dapat dikategorikan sebagai pelanggaran berat.

“Dalam peraturan pegawai itu, jika pegawai tidak masuk selama 10 hari. Itu pelanggaran berat karena menyangkut absen disitu,”tegas Bupati saat ditemui KabarBerita disela-sela menghadiri Rakerda Perdana PWI Loteng di salah satu hotel di Kawasan Mandalika pada, Jumat (24/04/2026) kemarin.

Terlebih, sambung Bupati Loteng dua periode ini, Nakes PPPK PW ini sudah memiliki Nomor Induk Pengawai (NIP), sehingga harus patuh terhadap aturan. Ia juga menilai, aksi mogok kerja sangat disayangkan, mengingat pemerintah daerah telah berupaya mengangkat lebih dari 4.000 tenaga PPPK paruh waktu di Lombok Tengah di tengah keterbatasan anggaran.

“Anak-Anak ini (Nakes PW) kita sayang. Itu sebabnya hampir 4.000 lebih kita punya (Nakes PW). Sehingga kita harapkan kedepan semoga ada perhatian pemerintah dan Insya Allah kalau ada rezeki tidak sampai disana (upah,red),”sambungnya.

Pathul juga menjelaskan bahwa selain upah pokok, para PPPK paruh waktu mendapatkan tambahan pemasukan dari Jasa Pelayanan (JP), Kapitasi dan honor kunjungan ke posyandu. “Perlindungan BPJS kesehatan, BPJS ketenagakerjaan kita juga jamin semua itu,”jelasnya Bupati.

Secara rata-rata, penghasilan Nakes PPPK Paruh Waktu di Lombok Tengah, sebutnya, bisa mencapai diangka Rp1,3 juta hingga Rp1,5 juta per bulan, tergantung komponen tambahan yang diterima. “Itu makanya kita berharap kesabarannya,”tutupnya. (red).

  • Related Posts

    Inovasi Daerah, Merubah Emisi Jadi Karbon Bernilai Ekonomi

    Kepala BRIDA Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, S.H., M.H. Mataram, (KabarBerita) — Ternyata ditengah isu global terkait degradasi lingkungan yang berdampak pada pemanasan global, ada kabar baik bahwa upaya…

    Pemprov NTB Hormati Aspirasi Publik, Tegaskan Proses Hukum Harus Bebas dari Tekanan Opini

    MATARAM (KabarBerita)-Di tengah aksi dan desakan publik yang menguat terkait persidangan dugaan gratifikasi DPRD NTB, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan bahwa proses peradilan harus berjalan tanpa tekanan, serta…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Nekat Mogok Kerja, Bupati Loteng Ingatkan Nakes PPPK Paruh Waktu Terkenal Pelanggaran Berat

    Nekat Mogok Kerja, Bupati Loteng Ingatkan Nakes PPPK Paruh Waktu Terkenal Pelanggaran Berat

    Pejabat Mulai Kewalahan, Wali Kota Mataram Buka Opsi Evaluasi Kebijakan Bersepeda

    Pejabat Mulai Kewalahan, Wali Kota Mataram Buka Opsi Evaluasi Kebijakan Bersepeda

    Masuk Tahun Ketiga, Pasar Ikan Bintaro Masih Setengah Jadi

    Masuk Tahun Ketiga, Pasar Ikan Bintaro Masih Setengah Jadi

    Dukung Program Lima Hari Sekolah, Zia Urrahman: Waktu Keluarga Lebih Berkualitas dan Karakter Anak Terbentuk

    Dukung Program Lima Hari Sekolah, Zia Urrahman: Waktu Keluarga Lebih Berkualitas dan Karakter Anak Terbentuk

    Anggaran BBM Terancam Habis November, DLH Mataram Ajukan Tambahan Rp1,4 Miliar

    Anggaran BBM Terancam Habis November, DLH Mataram Ajukan Tambahan Rp1,4 Miliar

    Gufron Semprot PUPR Mataram Soal Reklame Bodong, Sebut Bocorkan PAD dan Rusak Wajah Kota

    Gufron Semprot PUPR Mataram Soal Reklame Bodong, Sebut Bocorkan PAD dan Rusak Wajah Kota