BRIN–BRIDA Kolaborasi Tingkatkan Kualitas Garam NTB Lewat Teknologi Organik

Mataram, (KabarBerita) – Badan Riset Daerah (BRIDA) NTB menerima kunjungan dari Badan Riset Nasional (BRIN) dalam rangka pemaparan hasil riset peningkatan kualitas garam di Kabupaten Lombok Timur. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Kepala BRIDA NTB bersama Koordinator Pokja Sosial dan Kependudukan, Jum’at (5/12).

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Bioindustri Laut dan Darat BRIN, Prof. Ekowati Chasanah, memaparkan hasil riset terkait peningkatan kualitas garam melalui pemanfaatan bakteri halophilic. Riset ini dinilai sebagai terobosan penting dalam mengatasi persoalan rendahnya kualitas garam lokal yang selama ini berdampak pada turunnya harga saat panen raya.

Menurut Prof. Ekowati, penggunaan bakteri halophilic terbukti mampu meningkatkan kualitas garam secara signifikan.

“Selama ini produksi garam tinggi, tetapi kualitasnya rendah—masih kotor dan berwarna gelap. Dengan bakteri halophilic, garam menjadi putih bersih tanpa penggunaan bahan kimia,” jelasnya.

Inovasi ini bersifat organik sehingga lebih aman dan sehat dibandingkan metode peningkatan kualitas yang menggunakan zat kimia.

Selain meningkatkan kualitas, teknologi ini juga mampu meningkatkan produktivitas hingga dua kali lipat. Hal tersebut diperoleh melalui uji coba lapangan yang telah dilakukan BRIN di sejumlah tambak garam di Lombok Timur dengan melibatkan kelompok petambak setempat.

“Secara lapangan, hasilnya luar biasa. Produksi meningkat dan kualitas garam jauh lebih baik,” ungkap tim peneliti.

Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos., MH mengapresiasi hasil riset tersebut dan mendorong implementasinya secara lebih luas. Ia meminta BRIN dan BRIDA kabupaten/kota melakukan diseminasi agar inovasi ini dapat diaplikasikan di seluruh wilayah penghasil garam di NTB.

“Target kita bukan hanya menghasilkan prototipe, tetapi memastikan teknologi ini bisa dimasalkan untuk memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, Kepala BRIDA NTB menekankan pentingnya pengurusan hak paten atas teknologi tersebut untuk melindungi hasil penelitian dan mencegah klaim dari pihak lain. BRIDA NTB berkomitmen mendukung proses komunikasi dengan Kementerian Hukum dan HAM guna mempercepat registrasi paten.

Inovasi berbasis bakteri halophilic ini diharapkan menjadi solusi strategis untuk meningkatkan daya saing garam NTB serta meningkatkan kesejahteraan para petambak. (*)

Related Posts

Tunaikan Janji Politik, Gubernur NTB Serahkan Bantuan Dana Desa Sebesar Rp 300 Juta Hingga Rp 500 Juta Per Desa

MATARAM (KabarBerita) – Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal merealisasikan salah satu janji politiknya yakni menyalurkan bantuan dana ke desa-desa dengan spesifikasi khusus yaitu yang masuk kategori miskin dan miskin ekstrem…

Pimpin YKI NTB, Bunda Sinta Serukan Gerakan Bersama Lawan Kanker

MATARAM (KabarBerita)–Sinta Agathia M. Iqbal resmi dilantik sebagai Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Provinsi Nusa Tenggara Barat periode 2026–2031, menandai penguatan komitmen daerah dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kanker berbasis…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Tunaikan Janji Politik, Gubernur NTB Serahkan Bantuan Dana Desa Sebesar Rp 300 Juta Hingga Rp 500 Juta Per Desa

Tunaikan Janji Politik, Gubernur NTB Serahkan Bantuan Dana Desa Sebesar Rp 300 Juta Hingga Rp 500 Juta Per Desa

Pimpin YKI NTB, Bunda Sinta Serukan Gerakan Bersama Lawan Kanker

Pimpin YKI NTB, Bunda Sinta Serukan Gerakan Bersama Lawan Kanker

Dampingi Mensos, Gubernur NTB Perkuat Sinergi Penanganan Kimiskinan di NTB

Dampingi Mensos, Gubernur NTB Perkuat Sinergi Penanganan Kimiskinan di NTB

Dibawah Kepemimpinan Lalu Iqbal, Tiga Kementetian Apresiasi Capaian Kinerja Pemprov NTB

Dibawah Kepemimpinan Lalu Iqbal, Tiga Kementetian Apresiasi Capaian Kinerja Pemprov NTB

Pakar Hukum Unram Prof Amir Nilai 15 Anggota DPRD NTB Tak Dapat Dipidana

Pakar Hukum Unram Prof Amir Nilai 15 Anggota DPRD NTB Tak Dapat Dipidana

Pelayanan Publik Tetap Jalan, Pemkot Mataram Batasi WFH ASN Hanya 30 Persen

Pelayanan Publik Tetap Jalan, Pemkot Mataram Batasi WFH ASN Hanya 30 Persen