Cegah Pernikahan Dini, Lalu Sajim : Butuh Keterlibatan Semua Pihak

Mataram, (KabarBerita) – Ketua Majelis Adat Sasak (MAS), Lalu Sajim Sastrawan berharap adanya koordinasi antara Pemerintah dan Masyarakat dalam mencegah maraknya perkawinan anak di bawah umur di NTB.

Hal itu disampaikan Lalu Sajim seusai menghadiri bincang kamisan di Command Center NTB (26/6).

“Kita sedang mengalami darurat pernikahan di bawah umur dan ini merupakan tanggung jawab kita bersama, tidak hanya pemerintah, tapi masyarakat juga, kita harus sama-sama bergandengan tangan untuk memberantas/ menanggulangi persoalan ini,” terangnya.

Selain peran serta pemerintah bersama masyarakat, Lalu Sajim juga berharap agar para wakil rakyat yakni DPR baik tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota untuk ikut andil dalam memberikan informasi kepada masyarakat tentang resiko dari pernikahan dibawah umur.

“Jadi kami juga berharap para Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) baik di Provinsi maupun Kabupaten/Kota, untuk mengedukasi masyarakat pada saat resesnya, bahwa kita sedang berada dalam keadaan darurat pernikahan dini dan resiko pernikahan di bawah umur itu sangat rentan terhadap kesejahteraan ekonomi dan stunting dalam segi kesehatan,” ujarnya.

Dikatakan Lalu Sajim penikahan di bawah umur merupakan persoalan yang mendesak dan harus ada pencegahan.

“Mudahan ke depan makin bagus kondisi NTB ini menyongsong Indonesia emas 2045 dan kita dapat menyelesaikan PR kita terkait dengan pernikahan anak di bawah umur ini dan dengan adanya langkah ini juga kita bisa meningkatkan indeks NTB, dan juga meningkatkan kualitas SDM,” tandasnya.

Dirinya juga mengatakan pernikahan dini bisa menjadi pemicu keterbelakangan IPM.

“Kita lihat untuk saat ini kita berada dipapan bawah Indeks Pembangunan Manusia (IPM), kita ada di urutan ke 29 untuk Provinsi se- Indonesia,” pungkasnya.

“Jadi harapannya ke depan kalau permasalahan ini sudah selesai semua, Insya Allah NTB makmur dan mendunia akan terwujud sesuai dengan visi pemimpin kita,” harapnya. (Red)

Related Posts

Ketua PMI Lobar, Haris Karnain Bantah Soal Dugaan Korupsi Rp 150 Juta Pasca Dipanggil Kejari Mataram

MATARAM (KabarBerita) – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Haris Karnain berikan penjelasan terkait pemanggilan dirinya oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram beberapa waktu lalu. ” Jadi hal…

Ketua PWNU NTB Prof Masnun Sebut ISNU Rumah Bersama

“ISNU ini rumah bersama. Ada dokter, akademisi, birokrat, dan berbagai profesi lainnya. Ini menunjukkan bahwa NU di NTB memiliki SDM yang sangat kuat dan luar biasa,” ujarnya.   Mataram (KabarBerita)…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Melepas Masa Lajang Lewat Tradisi Merangkat, 99 Ayam Kampung Jadi Simbol Kebersamaan Masyarakat Sasak

Melepas Masa Lajang Lewat Tradisi Merangkat, 99 Ayam Kampung Jadi Simbol Kebersamaan Masyarakat Sasak

BNN Kota Mataram Amankan Empat Pengguna Narkoba dalam Razia Kos di Karang Taliwang

BNN Kota Mataram Amankan Empat Pengguna Narkoba dalam Razia Kos di Karang Taliwang

Jelang Iduladha, Distan Mataram Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban

Jelang Iduladha, Distan Mataram Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban

Wagub NTB Tegaskan Kekuatan Bali–Nusra di Forum MPU 2026 

Wagub NTB Tegaskan Kekuatan Bali–Nusra di Forum MPU 2026 

Ketua PMI Lobar, Haris Karnain Bantah Soal Dugaan Korupsi Rp 150 Juta Pasca Dipanggil Kejari Mataram

Ketua PMI Lobar, Haris Karnain Bantah Soal Dugaan Korupsi Rp 150 Juta Pasca Dipanggil Kejari Mataram

Putra Asli Lombok Tengah Sabolah Ditunjuk InJourny Jadi Komisaris MGPA

Putra Asli Lombok Tengah Sabolah Ditunjuk InJourny Jadi Komisaris MGPA