Dewan NTB Ingatkan Eksekutif Perlu Sinergitas Dalam Penanganan Kemiskinan Ekstrim

Mataram, (KabarBerita) – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTB, Muhammad Aminurlah mengingatkan pentingnya kolaborasi dan sinergitas dalam penanggulangan kemiskinan ekstrem melalui program desa berdaya yang tengah digembar-gemborkan pemerintah.

Menurutnya program itu sulit berjalan tanpa kolaborasi dan sinergi antar pemangku kebijakan baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota.

Politisi PAN ini pun mendorong kolaborasi dan sinergitas antar pimpinan daerah, sehingga program desa berdaya yang dihajatkan untuk menekan angka kemiskinan ekstrim bisa terwujud dan menjadi program berkelanjutan.

“Intervensi pemerintah provinsi terhadap desa, tetapi tanpa sinergi dengan pemerintah Kabupaten/Kota susah juga intervensinya,”ujar Aji Maman, seusai melakukan Rapat bersama Bappeda Provinsi NTB, Pada Senin (23/02).

Aji Maman juga menilai program desa berdaya merupakan program yang bagus, yang dicanangakan oleh Pemerintah Provinsi NTB, dan merupakan solusi tepat untuk menekan angka kemiskinan ekstrem. Tetapi menurutnya perlu pendalaman lebih lanjut oleh orang-orang yang dipercayakan melakukan observasi dilapangan seperti petugas pendamping desa.

“Bagus pemberdayaan desa ini untuk masalah kemiskinan ekstrem. Tapi perlu dilakukan pendalaman oleh pendamping desa,”terangnya.

Aji Maman juga menegaskan DPRD NTB dengan fungsi pengawasan akan selelu mengontrol setiap program yang digelontorkan oleh eksekutif seperti program desa berdaya.

“Dewan akan tetap mengawasi anggaran tersebut sejauh mana pemerintah provinsi dan harus bersinergi dengan pemerintah kabupaten,” tegasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa bentuk pengawasan yang dilakukan adalah dengan melakukan peninjauan secara menyeluruh sejauh mana realisasi program tersebut bisa berjalan, karena untuk diketahui program desa tematik nantinya akan menganggarkan Rp.300 juta untuk satu desa dan itu juga nantinya akan dibutuhkan oleh desa lainnya.

“Tanpa hal itu tidak bisa pemerintah provinsi dengan 300 juta. Apakah mampu hanya sekali. Yang kedua kali berbentuk barang atau bagaimana. Sementara Desa lain juga membutuhkan. Dan Kita dari DPRD ini perlu mengawasi, sejauh mana realisasinya,” imbuhnya. (Wira)

Related Posts

Bawaslu dan PWI Siap Kolaborasi Literasi Politik Untuk Masyarakat

MATARAM (KabarBerita)- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Nusa Tenggara Barat mengajak Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan insan pers untuk bersama-sama memperkuat literasi dan pendidikan politik kepada masyarakat. Ketua Bawaslu NTB,…

Kader Inti Pindah ke PSI, Syamsul Fikri Tegaskan Demokrat Tak Kekurangan Stok

“Demokrat tidak pernah kekurangan stok. Sekarang banyak juga tokoh yang ikut bergabung dengan Demokrat,” ujarnya wakil ketua I DPD Demokrat NTB Syamsul Fikri   Mataram (KabarBerita) — Petinggi partai Demokrat…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Nobar Film “Pesta Babi” Dibubarkan Dilingkungan Kampus di Mataram, Pemprov NTB Imbau Masyarakat Jangan Nonton

Nobar Film “Pesta Babi” Dibubarkan Dilingkungan Kampus di Mataram, Pemprov NTB Imbau Masyarakat Jangan Nonton

Bawaslu dan PWI Siap Kolaborasi Literasi Politik Untuk Masyarakat

Bawaslu dan PWI Siap Kolaborasi Literasi Politik Untuk Masyarakat

Revitalisasi Pasar Cakra Ditarget Ditender Bulan Ini, Fokus Perbaikan Atap Bocor

Revitalisasi Pasar Cakra Ditarget Ditender Bulan Ini, Fokus Perbaikan Atap Bocor

99 Persen Warga NTB sudah Terdaftar JKN yang Aktif 82 Persen

99 Persen Warga NTB sudah Terdaftar JKN yang Aktif 82 Persen

Nekat Bangun di Lahan Sawah Dilindungi, Proyek Perumahan di Sekarbela Masih Disegel Pemkot Mataram

Nekat Bangun di Lahan Sawah Dilindungi, Proyek Perumahan di Sekarbela Masih Disegel Pemkot Mataram

Gubernur Tinjau Jalan Lenangguar-Lunyuk, Sudirsah Sebut Keseriusan Iqbal – Dinda Perbaiki Infrastruktur di NTB

Gubernur Tinjau Jalan Lenangguar-Lunyuk, Sudirsah Sebut Keseriusan Iqbal – Dinda Perbaiki Infrastruktur di NTB