
Mataram(KabarBerita)– Di balik riuhnya aksi unjuk rasa mahasiswa di Kantor DPRD Provinsi NTB Jalan Udayana Kota Mataram, Rabu (27/8), ada wajah-wajah muda yang memilih berdiri di garis kemanusiaan. Mereka adalah relawan Palang Merah Indonesia (PMI) yang dengan sigap hadir untuk memberikan pertolongan pertama bila sewaktu-waktu terjadi insiden.
Sinta, mahasiswi Universitas Mataram yang menjadi anggota PMI, mengaku tak mudah berada di tengah situasi penuh ketidakpastian. Rasa takut kerap menghantui, apalagi ketika potensi bentrokan terbuka lebar. Namun, panggilan nurani membuatnya berusaha melawan ketakutan itu.
“Rasa takut pasti ada, tapi kami berusaha melawannya jika ada massa aksi yang membutuhkan pertolongan,” tutur Sinta.
Ia menegaskan, keselamatan diri tetap menjadi prioritas. Namun di saat yang sama, PMI tidak bisa tinggal diam ketika ada orang yang membutuhkan bantuan medis cepat. “Di tengah suasana yang bisa saja chaos, kami harus sigap memberikan pertolongan pertama. Itu sudah menjadi komitmen kami,” imbuhnya.
Lebih dari sekadar kesiapsiagaan, Sinta dan kawan-kawannya juga menitipkan harapan agar aksi mahasiswa berjalan damai. Menurutnya, aspirasi bisa disampaikan tanpa harus menimbulkan luka dan kekacauan.







