
MATARAM (KabarBerita)-Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dikes P2KB) NTB, dr. L. Hamzi Fikri, menghimbau masyarakat untuk tetap melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit/hari selama bulan Ramadan.
Menurutnya aktivitas fisik selama bulan Ramadhan begitu penting yang tujuan utamanya menjaga kebugaran, memperlancar sirkulasi darah, serta meningkatkan daya tahan tubuh. “Jadi diupayakan lakulan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari, dan jika tidak memungkinkan diluar, bisa dalam ruangan, seperti yoga atau senam ringan,”ujarnya Kadikes P2KB NTB yang akrab disapa dr. Fikri saat dihubungi KabarBerita melalui pesan WhatsApp pada, Selasa (3/03/2026).
Dan yang Tidak kalah penting juga, sambungnya, terkait menjaga kebersihan diri dan lingkungan dengan membiasakan mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker saat sedang kurang sehat, serta menjaga ventilasi rumah agar sirkulasi udara tetap baik. “Kebersihan diri dan lingkungan juga menjadi kuncinya,”sambungnya.
dr. Fikri juga menambahkan selain hal diatas dibutuhkan juga pola makan yang tepat, aktivitas fisik teratur, istirahat cukup, dan kebersihan yang terjaga, tubuh akan lebih siap menghadapi perubahan cuaca terutama selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. “Jadi semua harus disesuaikan, terutama saat menghadapi perubahan cuaca terlebih saat melakukan ibadah puasa,”tambahnya.
Dikatakannya juga dengan adanya Cuaca buruk atau perubahan cuaca yang drastis (pancaroba) sering kali membuat tubuh lebih mudah terserang penyakit. Serta Perubahan suhu yang tiba-tiba memaksa tubuh beradaptasi secara ekstra. “Proses adaptasi ini dapat memicu penurunan daya tahan tubuh. Akibatnya, virus dan bakteri penyebab ISPA, flu, batuk, hingga demam menjadi lebih mudah menyebar dan menginfeksi,”katanya.
Selain itu, saat cuaca kurang bersahabat, paparan sinar matahari cenderung berkurang sehingga produksi vitamin D yang berperan penting menjaga sistem imun dalam tubuh menjadi tidak optimal. Aktivitas fisik juga sering kali menurun akibat hujan atau suhu yang terlalu panas, sehingga kebugaran tubuh ikut terdampak. “Kombinasi faktor-faktor ini membuat tubuh menjadi lebih rentan terhadap penyakit,”terangnya.
Lebih lanjut dr. Fikri mengatakan Untuk itu dengan kondisi seperti ini, terlebih saat bulan Ramadan ketika pola makan dan waktu istirahat berubah, menjaga daya tahan tubuh menjadi sangat penting. Dengan memastikan asupan makanan saat sahur dan berbuka mengandung gizi seimbang seperti karbohidrat kompleks, protein berkualitas, lemak sehat, sayur, buah, serta konsumsi cukup cairan untuk mencegah dehidrasi. Perbanyak konsumsi Buah yang kaya vitamin C seperti jeruk, jambu biji, atau pepaya yang dapat membantu menjaga sistem imun. “Bila diperlukan, konsumsi suplemen seperti vitamin C, vitamin D, atau multivitamin sesuai anjuran tenaga kesehatan. Namun, suplemen tetap bersifat pelengkap, bukan pengganti makanan bergizi,”pungkasnya. (Wira/red).







