
Mataram, (KabarBerita) – Peringatan hari Koperasi Nasional yang diperingati pada tanggal 12 juli segera akan dilaksanakan, banyak persiapan yang sudah dilakukan oleh Dinas Koperasi & Usaha Kecil Mikro dan Menengah Provinsi NTB selaku penanggung jawab Koperasi Daerah.
Ahmad Masyhuri selaku Kepala Diskop & UMKM NTB mengatakan banyak agenda yang dipersiapkan diantaranya yang paling prioritas adalah Launching Koperasi Merah Putih yang menjadi Program unggulan Presiden Prabowo.
“Jadi target kita sebelum 12 juli sudah rampung semua koperasi ini. Karena ini program prioritas Presiden dan kita akan melaunching koperasi merah putih pada saat peringatan harkopnas nanti,” terangnya.
Masyhuri juga mengatakan jumlah total 1.166 koperasi merah putih yang akan dibentuk di NTB dari tingkat desa dan kelurahan, dan sampai saat ini sudah dibentuk 1.146 koperasi.
“Jadi masih tersisa 20 koperasi yang belum dari 1.166 koperasi , dan yang 20 ini sedang berproses dan akan segera dirampungkan,”katanya.
Dia menambahkan , saat ini sedang mengejar dan satgas turun tangan langsung terutama dari kanwil hukum dengan menggunakan gerakan menjemput bola.
“Jadi notaris pergi ke gunung-gunung dimana mereka menyusuri desa-desa yang belum menyelesaikan prosesnya,” kata Mashuri
Dirinya juga menambahkan untuk saat ini yang belum merampungkan koperasinya hanya di Bima, karena ada beberapa Kendala yang ditemukan di Bima sehingga belum selesai, pertama ada kepengurusan yang sudah dipilih saat musyawarah desa mengundurkan diri sehingga sekarang repot cari pengganti, kedua masalah notaris, memilih notaris yang tidak diketahui kedudukannya karena mereka memilih seperti untuk kabupaten bima memilih notaris di kota bima sehingga muncul kolaborasi yang tidak sesuai itu yang bikin masalah jadi agak ruwet, dan dikembalikan lagi, ketiga dokumen yang masih harus dikembalikan, karena belum lengkap benar dokumennya, ada berita acara yang belum lengkap itu yang menyebabkan adanya keterlambatan,
“Point yang menjadi penyebab keterlambatannya pertama pengurus yang dipilih saat musdes mengundurkan diri, kedua masalah notaris dan yang ketiga dokumen yang belum lengkap,” jelasnya.
Dia juga meyakini sebelum harkopnas yaitu 12 juli semua sudah selesai dan ini yang lagi dipercepat prosesnya, dan Gubernur sudah menyurati semua Pemerintah Kabupaten/Kota se-NTB supaya dirampungkan pada 30 juni tapi karena adanya beberapa kendala sehingga agak terlambat khususnya yang di Bima.
“Pak Gubernur sudah bersurat kepada Bupati dan Walikota se-NTB target 30 juni rampung tapi karena ada kendala makanya masih belum tuntas, tapi kami yakin sebelum harkopnas semua rampung dan kita launching 12 juli, ” tutupnya. (Red)






