Fraksi Gerindra Desak Pemkot Mataram Perkuat Dukungan untuk UMKM dalam Perubahan APBD 2025

Mataram (KabarBerita) – Rapat Paripurna DPRD Kota Mataram yang membahas Pengantar Nota Keuangan Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025 menjadi sorotan penting, mengingat keputusan ini akan menentukan arah pembangunan daerah tahun depan. Fraksi Partai Gerindra dalam pandangan umumnya menegaskan, perubahan APBD bukan sekadar formalitas, melainkan ujian nyata sejauh mana pemerintah daerah berpihak pada kepentingan masyarakat.

Dalam catatannya, Gerindra menyoroti adanya kenaikan pendapatan daerah sebesar Rp22,049 miliar, dari Rp1,890 triliun menjadi Rp1,912 triliun. Sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat dari Rp608,828 miliar menjadi Rp631,767 miliar. Pertumbuhan PAD ini ditopang oleh peningkatan pajak daerah 3,61 persen dan retribusi daerah 4,18 persen.

“Kami mengapresiasi peningkatan PAD. Namun, optimalisasi jangan hanya mengandalkan pungutan yang berpotensi membebani masyarakat. Pemerintah harus lebih serius mendorong digitalisasi layanan dan memperbaiki tata kelola pajak serta retribusi,” tegas juru bicara Fraksi Gerindra I Gusti Bagus Alit Winata.

UMKM Jadi Prioritas, Bukan Slogan

Gerindra mendesak agar UMKM, koperasi, dan ekonomi kreatif benar-benar mendapat prioritas dalam perubahan APBD. Dukungan tidak boleh berhenti pada jargon, tetapi diwujudkan melalui akses modal, pelatihan, promosi produk lokal, serta kemitraan strategis dengan pelaku usaha besar maupun platform digital.

“Insentif harus diberikan kepada pelaku usaha yang berkontribusi langsung pada penyerapan tenaga kerja. Jangan sampai APBD hanya habis untuk belanja rutin tanpa dampak signifikan bagi masyarakat kecil,” sindir Gerindra.

Tuntutan Transparansi

Di akhir pandangannya, Fraksi Gerindra meminta Pemkot Mataram untuk memberikan penjelasan komprehensif atas seluruh catatan yang mereka sampaikan. “Kami ingin setiap rupiah dalam APBD benar-benar bermanfaat optimal, bukan sekadar angka di atas kertas,” tegasnya.

Dengan kritik tajam tersebut, Fraksi Gerindra berharap perubahan APBD 2025 tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, melainkan instrumen nyata untuk menjawab tantangan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan warga Mataram.

  • Related Posts

    Moderasi Beragama Jadi Fondasi Harmoni di Tengah Kemajemukan Kota Mataram

    Mataram(KabarBerita)– Keberagaman yang menjadi wajah Kota Mataram kembali ditegaskan sebagai modal utama dalam menjaga persatuan dan mendukung pembangunan daerah. Di tengah masyarakat yang terdiri dari berbagai agama, suku, ras, dan…

    Isu LGBT Mencuat di Mataram, Sitti Fitriani Dorong Edukasi dan Penguatan Ketahanan Keluarga

    Mataram(KabarBerita)– Isu LGBT kembali menjadi perhatian di Kota Mataram. Anggota DPRD Kota Mataram dari Fraksi NasDem, Sitti Fitriani Bakhresyi, menilai berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat tidak cukup…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Moderasi Beragama Jadi Fondasi Harmoni di Tengah Kemajemukan Kota Mataram

    Moderasi Beragama Jadi Fondasi Harmoni di Tengah Kemajemukan Kota Mataram

    Patuhi Arahan KPK, Disdik Mataram Perketat Transparansi SPMB 2026/2027

    Patuhi Arahan KPK, Disdik Mataram Perketat Transparansi SPMB 2026/2027

    Isu LGBT Mencuat di Mataram, Sitti Fitriani Dorong Edukasi dan Penguatan Ketahanan Keluarga

    Isu LGBT Mencuat di Mataram, Sitti Fitriani Dorong Edukasi dan Penguatan Ketahanan Keluarga

    Reses di Komunitas Hindu, Lalu Pelita Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi

    Reses di Komunitas Hindu, Lalu Pelita Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi

    Mayura Heritage Yoga Campaign, Memadukan Kebugaran dan Pelestarian Warisan Budaya Mataram

    Mayura Heritage Yoga Campaign, Memadukan Kebugaran dan Pelestarian Warisan Budaya Mataram

    Kemenag NTB Gandeng Pemprov NTB, LPA, dan APH Bentuk Satgas Tindak Kekerasan di Satuan Pendidikan

    Kemenag NTB Gandeng Pemprov NTB, LPA, dan APH Bentuk Satgas Tindak Kekerasan di Satuan Pendidikan