
Mataram (KabarBerita) – Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) DPRD Kota Mataram menyoroti lonjakan signifikan pada pos belanja bantuan sosial dalam Rancangan Perubahan APBD 2025. Anggaran yang semula hanya Rp780 juta lebih, naik drastis hingga 429,34% atau sekitar Rp3,352 miliar, sehingga totalnya menjadi Rp4,133 miliar lebih.
Fraksi PDI Perjuangan mengapresiasi langkah pemerintah kota menaikkan anggaran bantuan sosial di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil, daya beli masyarakat yang melemah, serta harga bahan pokok yang terus meningkat. Namun, mereka mendorong agar alokasinya dibulatkan menjadi Rp5 miliar.
“Tambahan belanja sosial ini penting untuk meringankan beban masyarakat miskin. Kami berharap anggarannya dibulatkan menjadi Rp5 miliar agar dampaknya lebih terasa,” tegas Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan I Nyoman Yogantara dalam rapat paripurna, Jumat (22/8/2025).
Fraksi PDI Perjuangan juga mengingatkan eksekutif agar penyaluran bantuan sosial dilakukan secara cermat, tepat sasaran, dan diawasi ketat untuk menghindari penyalahgunaan.
Selain belanja sosial, fraksi ini menilai tambahan anggaran dalam perubahan APBD 2025 cukup signifikan sehingga perlu diarahkan pada SKPD yang berhubungan langsung dengan pemulihan pertumbuhan ekonomi daerah. Sementara program dan kegiatan yang tidak mendesak disarankan ditunda dan dialokasikan kembali pada APBD 2026.
“Fraksi PDI Perjuangan akan konsisten memberikan masukan dan kritik konstruktif agar APBD Kota Mataram tersusun baik dan sehat, sehingga pelaksanaan program benar-benar berdampak bagi masyarakat,” tegasnya.







