Fraksi PPP Ingatkan Pemkot: RPJMD Harus Responsif, Jangan Jadi Dokumen Pajangan

Mataram — Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Kota Mataram memberikan apresiasi kepada tim penyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, namun mengingatkan agar dokumen ini tidak berhenti sebagai sekadar lembar perencanaan indah di atas kertas.

“RPJMD adalah instrumen vital untuk merencanakan pembangunan yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tetapi, ia harus menjawab tantangan nyata di lapangan,” tegas juru bicara Fraksi PPP, Herman Fanani dalam rapat paripurna DPRD Kota Mataram.

Fraksi PPP menekankan, dokumen strategis tersebut harus mengintegrasikan program yang langsung menyentuh kebutuhan warga, mulai dari peningkatan infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan berkualitas, hingga pemberdayaan ekonomi lokal. Keterlibatan publik menjadi kunci. “Harus ada ruang partisipatif bagi masyarakat untuk memberi masukan, bukan hanya menerima hasilnya,” tegas Herman.

Fraksi PPP juga menyoroti urgensi penanganan risiko bencana banjir yang terbukti masih mengancam Kota Mataram, seperti yang terjadi pada 6 Juli 2025 lalu. Menurut mereka, RPJMD seharusnya memuat langkah konkret untuk memperkuat mitigasi bencana, termasuk penyiapan sumber daya, pelatihan relawan, dan peningkatan kesadaran publik.

“Pembangunan tidak boleh hanya memoles kota, tetapi juga membangun ketahanan. Infrastruktur harus tangguh, sistem manajemen bencana harus efektif,” ujar Herman Fanani sembari menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

PPP mendorong penerapan teknologi ramah lingkungan, perluasan ruang terbuka hijau, dan indikator terukur pada setiap program agar transparansi dan akuntabilitas anggaran dapat dipastikan.

“Kami mendukung RPJMD ini, tapi dengan catatan: rencana harus responsif, indikator jelas, dan pelaksanaan dapat diaudit. Tanpa itu, RPJMD hanya akan jadi pajangan, bukan pedoman pembangunan,” pungkasnya.

  • Related Posts

    DPRD Mataram Pertanyakan Nasib Ribuan Pekerja Mataram Mall, Sekda Pastikan Tenant dan Karyawan Tetap Aman

    Mataram(KabarBerita)– Polemik perpanjangan kontrak pengelolaan Mataram Mall tidak hanya menyangkut persoalan aset dan tunggakan royalti. Komisi II DPRD Kota Mataram juga meminta Pemerintah Kota Mataram mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi…

    Komisi II DPRD Mataram Dukung Perpanjangan Kontrak Mataram Mall, Asal Tunggakan dan Aset Dituntaskan

    ‎Mataram(KabarBerita )–Setelah sempat tertunda, Komisi II DPRD Kota Mataram bersama Pemerintah Kota Mataram akhirnya menggelar rapat koordinasi untuk membahas kelanjutan kerja sama pengelolaan pusat perbelanjaan tersebut yang akan berakhir pada…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    DPRD Mataram Pertanyakan Nasib Ribuan Pekerja Mataram Mall, Sekda Pastikan Tenant dan Karyawan Tetap Aman

    DPRD Mataram Pertanyakan Nasib Ribuan Pekerja Mataram Mall, Sekda Pastikan Tenant dan Karyawan Tetap Aman

    Sebanyak 4.313 Orang Jama’ah Haji Telah Tiba di Tanah Air

    Sebanyak 4.313 Orang Jama’ah Haji Telah Tiba di Tanah Air

    Pemprov NTB Perkuat Perlindungan Warga Lingkar TPA Kebon Kongok

    Pemprov NTB Perkuat Perlindungan Warga Lingkar TPA Kebon Kongok

    Jelang Porwada PWI NTB 2026, PJU Polda NTB Gelar Laga Persahabatan Mini Soccer dengan Insan Pers

    Jelang Porwada PWI NTB 2026, PJU Polda NTB Gelar Laga Persahabatan Mini Soccer dengan Insan Pers

    Komisi II DPRD Mataram Dukung Perpanjangan Kontrak Mataram Mall, Asal Tunggakan dan Aset Dituntaskan

    Komisi II DPRD Mataram Dukung Perpanjangan Kontrak Mataram Mall, Asal Tunggakan dan Aset Dituntaskan