Gandeng Perguruan Tinggi, Brida NTB Gagas Inovasi Daun Kelor dan Air Nira

Mataram (KabarBerita)- Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) I Gede Putu Ariadi mengapresiasi kerjasama dengan Universitas yang ada di NTB dengan melakukan Riset di berbagai sektor baik Ekonomi, Kesehatan, Sosial dan Riset.

Gede mengatakan Pokok Kerja (Pokja) dari BRIDA adalah Inovasi berdasarkan Riset dan Informasi yang shahih bukan meraba-raba.

“Pokok kerja Brida adalah Inovasi dengan kemitraan berdasarkan hasil Riset dan Informasi yang sahih tidak awang-awang (meraba-raba) dalam menentukan suatu kegiatan,” kata I Gede Putu Ariadi di Kantor Gubernur NTB, Selasa (20/5).

Gede melanjutkan, bahwa saat ini BRIDA dan UNRAM sedang melakukan riset tentang pengolahan jagung menjadi pakan ternak dengan memanfaatkan sumber daya lokal yakni daun kelor.

“Kami dan Tim dari Unram sedang melakukan Riset tentang pengolahan jagung menjadi sumber pakan dengan memanfaatkan daun kelor yang kaya akan protein dan kita tidak perlu impor bongkol kedelai lagi dari Thailand,” pungkasnya.

Dia juga menambahkan bahwa saat ini BRIDA dan UNRAM sedang melakukan 4 penelitian bersama dan berharap Tahun ini akan keluar hasilnya.

Pada Pokja Riset dan Penelitian, BRIDA akan fokus pada riset yang mendorong terwujudnya pemerintahan yang baik (good govermance) dan bebas dari korupsi, kolusi, serta nepotisme (KKN). Salah satu yang direncanakan adalah penelitian terhadap efektivitas Peraturan Gubernur (Pergub). Riset ini dapat melibatkan berbagai pihak, seperti pakar hukum, dan penggiat anti-korupsi.
Di bidang sosial dan kesehatan, BRIDA akan mendukung program penanganan stunting dan Makan Bergizi Gratis (MBG). Aryadi menyebutkan, air daun kelor yang dicampur rumput laut memiliki kandungan protein tinggi yang setara dengan susu atau lebih.

“Ini harus diteliti dan diolah melalui inovasi jadi kita tidak perlu lagi datangkan susu dari luar daerah dan para pembudidaya rumput laut merasakan dampaknya,jadi sumberdaya lokal kita lebih berperan aktif dalam bidang sosial ini,” ujarnya.

Pokja Ekonomi akan mengembangkan potensi daerah, seperti pengolahan air aren (tuak manis) menjadi oleh-oleh khas Lombok. Menurut Aryadi, Lombok memiliki potensi besar sebagai penghasil air aren, namun selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

“Air Nira sedang kita lakukan riset dan kita jadikan minuman kemasan yang lebih awet dan ini bisa dijadikan oleh-oleh khas NTB “, tutupnya.

Related Posts

SINKRONISASI PROGRAM PRIORITAS NASIONAL DENGAN PROGRAM PRIORITAS PROVINSI NTB TAHUN ANGGARAN 2026

Lampiran : Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2025 tertanggal 30 Desember 2025 #45

Budi Herman Resmi Ganti Faozal jadi Plh Sekda di Akhir Februari 2026

MATARAM (KabarBerita)-Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal resmi mengganti, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) NTB Lalu Moh Faozal. Yang di ganti Inspektur Inspektorat Budi Herman. Kepala Badan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

SINKRONISASI PROGRAM PRIORITAS NASIONAL DENGAN PROGRAM PRIORITAS PROVINSI NTB TAHUN ANGGARAN 2026

SINKRONISASI PROGRAM PRIORITAS NASIONAL DENGAN PROGRAM PRIORITAS PROVINSI NTB TAHUN ANGGARAN 2026

Sekda Mataram Luruskan Isu THR Fantastis DPRD

Sekda Mataram Luruskan Isu THR Fantastis DPRD

Budi Herman Resmi Ganti Faozal jadi Plh Sekda di Akhir Februari 2026

Budi Herman Resmi Ganti Faozal jadi Plh Sekda di Akhir Februari 2026

Diperkirakan Meningkat 4,1 Persen Arus Mudik Lebaran 2026, Posko Terpadu Angkutan Udara di BIZAM Diresmikan

Diperkirakan Meningkat 4,1 Persen Arus Mudik Lebaran 2026, Posko Terpadu Angkutan Udara di BIZAM Diresmikan

Safari Ramadhan di KSB, Gubernur NTB Dorong Penguatan Produksi Hortikultura

Safari Ramadhan di KSB, Gubernur NTB Dorong Penguatan Produksi Hortikultura

Wagub NTB Resmi Buka Bazar Ramadan BPR NTB, Dorong Perbankan Perkuat Kepercayaan Publik

Wagub NTB Resmi Buka Bazar Ramadan BPR NTB, Dorong Perbankan Perkuat Kepercayaan Publik