Gerindra Mataram Bergerak Cepat, Terjunkan Armada Angkut Sampah Sisa Banjir

Mataram (KabarBerita) — DPC Partai Gerindra Kota Mataram bergerak cepat membantu proses pemulihan pascabanjir. Sejumlah armada diterjunkan untuk membantu masyarakat mengangkut sampah sisa banjir yang hingga hari keempat pascabanjir masih belum tertangani sepenuhnya.

Ketua DPC Gerindra Kota Mataram, Abd. Rahman, menyatakan bahwa selain persoalan logistik, tumpukan sampah di wilayah terdampak banjir menjadi keluhan utama warga. Hingga kini, masyarakat masih kesulitan membersihkan sampah sisa banjir.

“Kami dari Partai Gerindra membantu warga karena banyak aspirasi yang kami terima terkait tumpukan sampah yang belum terangkut seluruhnya,” ujar Abd. Rahman saat ikut membersihkan sampah di Lingkungan Kebun Duren, Kelurahan Selagalas.

Ia menekankan bahwa dalam penanganan pascabanjir, pembersihan wilayah terdampak harus menjadi prioritas utama. Jika dibiarkan, sampah yang menumpuk dapat menimbulkan dampak negatif, terutama terhadap kesehatan warga.

“Untuk mempercepat penanganan, kami turut ambil bagian membantu warga. Jika sampah sisa banjir dibiarkan terlalu lama, bisa mengancam kesehatan masyarakat,” tambahnya.

Untuk itu, DPC Gerindra Kota Mataram telah menerjunkan tiga unit mobil pikap lengkap dengan petugas. Menurut Abd. Rahman, armada tersebut akan terus beroperasi hingga status tanggap darurat dicabut, sesuai penetapan hingga 14 Juli mendatang.

“Kami siapkan tiga mobil pikap yang setiap hari turun mengangkut sampah,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPC Gerindra Kota Mataram, Hj. Baiq Mirdiati, menambahkan bahwa aksi kepedulian Partai Gerindra terhadap bencana alam terus dilakukan. Selain membantu mengatasi persoalan sampah, pihaknya juga telah menyalurkan bantuan sembako dan kebutuhan lainnya di sejumlah titik terdampak, salah satunya di Lingkungan Majeluk.

“Sejak awal banjir, kami sudah turun langsung untuk menyalurkan bantuan bagi warga terdampak. Termasuk mendorong kepedulian terhadap masalah sampah dan membersihkan sungai bersama-sama,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa persoalan banjir merupakan tanggung jawab bersama dan membutuhkan kepedulian kolektif. Kader Gerindra bersama warga terus bersemangat melakukan aksi bersih-bersih agar tidak muncul permasalahan atau penyakit akibat tumpukan sampah.

  • Related Posts

    Pelayanan Publik Tetap Jalan, Pemkot Mataram Batasi WFH ASN Hanya 30 Persen

    ‎Mataram(KabarBerita)— Pemerintah Kota Mataram memastikan seluruh layanan publik tetap berjalan normal meskipun kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) mulai diterapkan. Kebijakan tersebut hanya berlaku terbatas bagi sebagian…

    Dishub Mataram Siapkan Tarif Baru Parkir di RTH

    Mataram (KabarBerita) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram berencana menerapkan tarif baru retribusi parkir sesuai Peraturan Daerah (Perda). Namun, penerapannya tidak dilakukan secara menyeluruh, melainkan secara terbatas di sejumlah titik…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Tunaikan Janji Politik, Gubernur NTB Serahkan Bantuan Dana Desa Sebesar Rp 300 Juta Hingga Rp 500 Juta Per Desa

    Tunaikan Janji Politik, Gubernur NTB Serahkan Bantuan Dana Desa Sebesar Rp 300 Juta Hingga Rp 500 Juta Per Desa

    Pimpin YKI NTB, Bunda Sinta Serukan Gerakan Bersama Lawan Kanker

    Pimpin YKI NTB, Bunda Sinta Serukan Gerakan Bersama Lawan Kanker

    Dampingi Mensos, Gubernur NTB Perkuat Sinergi Penanganan Kimiskinan di NTB

    Dampingi Mensos, Gubernur NTB Perkuat Sinergi Penanganan Kimiskinan di NTB

    Dibawah Kepemimpinan Lalu Iqbal, Tiga Kementetian Apresiasi Capaian Kinerja Pemprov NTB

    Dibawah Kepemimpinan Lalu Iqbal, Tiga Kementetian Apresiasi Capaian Kinerja Pemprov NTB

    Pakar Hukum Unram Prof Amir Nilai 15 Anggota DPRD NTB Tak Dapat Dipidana

    Pakar Hukum Unram Prof Amir Nilai 15 Anggota DPRD NTB Tak Dapat Dipidana

    Pelayanan Publik Tetap Jalan, Pemkot Mataram Batasi WFH ASN Hanya 30 Persen

    Pelayanan Publik Tetap Jalan, Pemkot Mataram Batasi WFH ASN Hanya 30 Persen