Gubernur NTB Rampungkan Infrastruktur dan Utang Masa Lalu

Mataram,(KabarBerita) – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi berhasil memasuki tahun anggaran baru tanpa beban utang kontraktual dari periode sebelumnya.

Hal itu disampaikan Gubernur Lalu Iqbal itu seusai buka puasa bersama insan pers di Pendopo Gubernur, pada Sabtu (07/03/2026).

“Mengenai utang kontraktual, jadi ini untuk pertama kalinya dalam setidaknya tiga tahun terakhir kita memasuki tahun anggaran baru tanpa membawa utang,” ujarnya.

Mantan Dubes Indonesia untuk Turki itu menjelaskan bahwa fokus pembangunan saat ini diarahkan pada pemerataan infrastruktur strategis guna mendukung sektor logistik dan pariwisata, baik di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa.

“Di infrastruktur, kita sudah coba untuk memberikan perhatian yang sama ke Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa yang mengalami kerusakan bertahun-tahun,” katanya.

Miq Iqbal sapaannya mengakui tantangan alam cukup berat karena munculnya 31 titik kerusakan jalan provinsi baru akibat bencana banjir yang menuntut pencarian teknologi pembangunan jalan yang lebih efisien serta tangguh menjadi priritas kedepannya.

“Setidaknya ada 31 titik sekarang jalan provinsi yang mengalami kerusakan akibat banjir sehingga kita fokus menemukan teknologi baru yang lebih murah,” terangnya.

Dikatakannya juga bahwa Pemerintah tengah mengkaji penggunaan teknologi soil stabilizer asal Australia yang awalnya digunakan untuk tambang. Inovasi ini dinilai memiliki stabilitas sangat tinggi dalam menghadapi tekanan air ekstrem.

“Pilihan untuk menyelesaikan ini dulu baru yang lainnya itu kayaknya akan berat, sehingga semuanya harus diperbaiki dalam waktu dekat ini,” ucapnya.

Miq iqbal juga menyampaikan Selain infrastruktur, pembenahan BUMD mulai menunjukkan hasil positif dengan aktifnya kembali program Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk UMKM dan koperasi setelah sempat terblokir dan vakum selama tujuh tahun.

“Manajemen baru sudah bisa menyelesaikan banyak hal, termasuk menghidupkan kembali KUR yang sempat tujuh tahun kita diblok,” katanya.

Miq Iqbal juga menyatakan masih menunggu laporan akhir dari Panitia Seleksi terkait penetapan direksi baru PT GNE guna menyelamatkan kondisi keuangan perusahaan yang saat ini dinilai memprihatinkan.

“Saya belum menerima laporan akhir dari Pansel. Nanti Pansel yang akan lapor,” imbuhnya. (Red)

Related Posts

Nekat Mogok Kerja, Bupati Loteng Ingatkan Nakes PPPK Paruh Waktu Terkenal Pelanggaran Berat

LOMBOK TENGAH (KabarBerita)-Pelayanan kesehatan di kabupaten Lombok Tengah terancam lumpuh. Pasalnya, Tenaga kesehatan (Nakes) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paru Waktu (PW) mengancam akan mogok kerja massal mulai 27…

Inovasi Daerah, Merubah Emisi Jadi Karbon Bernilai Ekonomi

Kepala BRIDA Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, S.H., M.H. Mataram, (KabarBerita) — Ternyata ditengah isu global terkait degradasi lingkungan yang berdampak pada pemanasan global, ada kabar baik bahwa upaya…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Nekat Mogok Kerja, Bupati Loteng Ingatkan Nakes PPPK Paruh Waktu Terkenal Pelanggaran Berat

Nekat Mogok Kerja, Bupati Loteng Ingatkan Nakes PPPK Paruh Waktu Terkenal Pelanggaran Berat

Pejabat Mulai Kewalahan, Wali Kota Mataram Buka Opsi Evaluasi Kebijakan Bersepeda

Pejabat Mulai Kewalahan, Wali Kota Mataram Buka Opsi Evaluasi Kebijakan Bersepeda

Masuk Tahun Ketiga, Pasar Ikan Bintaro Masih Setengah Jadi

Masuk Tahun Ketiga, Pasar Ikan Bintaro Masih Setengah Jadi

Dukung Program Lima Hari Sekolah, Zia Urrahman: Waktu Keluarga Lebih Berkualitas dan Karakter Anak Terbentuk

Dukung Program Lima Hari Sekolah, Zia Urrahman: Waktu Keluarga Lebih Berkualitas dan Karakter Anak Terbentuk

Anggaran BBM Terancam Habis November, DLH Mataram Ajukan Tambahan Rp1,4 Miliar

Anggaran BBM Terancam Habis November, DLH Mataram Ajukan Tambahan Rp1,4 Miliar

Gufron Semprot PUPR Mataram Soal Reklame Bodong, Sebut Bocorkan PAD dan Rusak Wajah Kota

Gufron Semprot PUPR Mataram Soal Reklame Bodong, Sebut Bocorkan PAD dan Rusak Wajah Kota