Halaqah Nasional di UIN Mataram Dorong Sinergi Pesantren dan Kampus Untuk Cetak SDM unggul

Mataram, (KabarBerita) -Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram dipilih sebagai tempat digelarnya Halaqah Nasional Penguatan Kelembagaan Ditjen Pesantren guna mempertegas arah baru ekosistem pendidikan Islam di Indonesia yakni memperkuat sinergi antara pesantren dan perguruan tinggi sebagai dua pilar yang saling melengkapi dalam membangun sumber daya manusia unggul.

Dalam forum ini, gagasan penting mengemuka bahwa pesantren dengan kekuatan moral–spiritualnya dan kampus dengan ketajaman ilmiah serta metodologi akademiknya harus bergerak berdampingan untuk menghadapi tuntutan zaman menuju Indonesia Emas 2045.

Bertempat di Auditorium UIN Mataram pada Sabtu (15/11), Halaqah Nasional ini dihadiri ratusan pimpinan pesantren, akademisi lintas disiplin, dan tokoh nasional yang sama-sama menaruh perhatian serius terhadap masa depan pendidikan Islam. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa transformasi SDM tidak dapat dicapai melalui pendekatan sektoral, melainkan melalui ekosistem kolaboratif yang memungkinkan pesantren dan kampus berbagi sumber daya, saling menguatkan keunggulan, serta bersama-sama membangun orientasi baru pendidikan Islam yang inklusif, adaptif, dan berbasis riset.

Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan bahwa UIN Mataram menempatkan kolaborasi dengan pesantren sebagai strategi inti pembangunan institusi. Ia menegaskan bahwa kehadiran kampus di tengah masyarakat Lombok dan NTB tidak dapat dipisahkan dari peran besar pesantren sebagai pusat pengkaderan ulama dan cendekiawan selama berabad-abad.

“Oleh karenanya, UIN Mataram tidak hanya membuka ruang dialog dengan pesantren, tetapi secara serius merancang instrumen akademik yang memungkinkan integrasi tradisi dan modernitas berjalan secara konstruktif,” pungkas Prof. Mansun.

Dikatakannya peresmian Pusat Studi Naskah dan Pesantren (Pustunastren) sebagai salah satu instrumen akademik jangka panjang untuk membangun sinergi tersebut.

“Pustunastren tidak hanya bertujuan mendigitalisasi dan meneliti naskah klasik, tetapi juga membangun kerangka ilmiah baru yang memadukan sains modern, turats pesantren, dan kebijakan pendidikan Islam,” ujarnya.

Dengan kehadiran pusat studi itu, lanjut Prof Masnun, UIN Mataram bersiap menjadi laboratorium keilmuan yang menghubungkan kekayaan khazanah intelektual pesantren dengan kebutuhan transformasi pendidikan di era global.

Dengan demikian, forum Halaqah Nasional itu tidak sekadar menjadi ajang pertemuan, tetapi menjadi ruang artikulasi penting bahwa masa depan pendidikan Islam membutuhkan kerja sama lintas lembaga.

Sinergi pesantren dan kampus dipandang sebagai strategi kunci dalam mencetak generasi yang tidak hanya kuat dalam keilmuan, tetapi juga tangguh menghadapi tantangan peradaban modern. Dengan visi tersebut, UIN Mataram meneguhkan diri sebagai pusat kepemimpinan akademik yang berkomitmen mendorong transformasi pendidikan Islam menuju masa depan yang lebih cerah, inklusif, dan berdaya saing.

Sementara itu, pada sesi pertama, Prof. Dr. TGH. Zainal Arifin, Lc., MA menekankan bahwa integrasi kekuatan pesantren dan kampus adalah pra-syarat untuk melahirkan generasi yang utuh: cerdas secara intelektual, matang secara spiritual, dan kokoh secara karakter.

Ia mengingatkan bahwa percepatan perubahan teknologi dan sosial telah menciptakan jurang antara kebutuhan kompetensi masa depan dan kurikulum konvensional yang masih stagnan. Karena itu, menurutnya, kerja sama antara pesantren dan perguruan tinggi harus diperluas ke ranah riset multidisipliner, pengembangan literatur ilmiah, inovasi kurikulum, hingga program pemberdayaan masyarakat berbasis keilmuan dan kearifan lokal.

Ia juga menyoroti bahwa pesantren memiliki modal sosial yang tidak dimiliki sistem pendidikan modern, yakni kedekatan emosional guru–santri, tradisi keikhlasan, serta adab yang membentuk watak dan integritas. Sebaliknya, kampus memiliki kekuatan metodologis, infrastruktur akademik, serta jaringan ilmiah global yang dapat membantu pesantren merespons perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sinergi keduanya diyakini akan menghasilkan SDM yang bukan hanya siap bersaing dalam dunia profesional, tetapi juga tetap berakar pada nilai dan identitas keislaman Nusantara. (*)

Related Posts

Pesantren Jangan Dihakimi : Memperkuat Perlindungan Anak Tanpa Menghilangkan Jasa Besar Pesantren

Oleh : Ali Alkhairy   Kepedulian terhadap keselamatan santri adalah sikap yang patut dihargai. Setiap kasus kekerasan terhadap anak, di mana pun terjadi, harus menjadi perhatian bersama. Korban wajib dilindungi,…

Kanwil Kemenag NTB Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Pengawasan dan Pembinaan Pesantren

MATARAM (KabarBerita) –Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) NTB, Dr. Zamroni Aziz, mendorong seluruh instansi lintas sektor untuk bersama-sama memperkuat edukasi, pembinaan, pengawasan, dan pengembangan lingkungan pendidikan dan pondok…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Reses di Komunitas Hindu, Lalu Pelita Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi

Reses di Komunitas Hindu, Lalu Pelita Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi

Mayura Heritage Yoga Campaign, Memadukan Kebugaran dan Pelestarian Warisan Budaya Mataram

Mayura Heritage Yoga Campaign, Memadukan Kebugaran dan Pelestarian Warisan Budaya Mataram

Kemenag NTB Gandeng Pemprov NTB, LPA, dan APH Bentuk Satgas Tindak Kekerasan di Satuan Pendidikan

Kemenag NTB Gandeng Pemprov NTB, LPA, dan APH Bentuk Satgas Tindak Kekerasan di Satuan Pendidikan

Harga Bumbu Dapur Melonjak di Mataram, Pasokan Seret dan Dolar Menguat Jadi Pemicu

Harga Bumbu Dapur Melonjak di Mataram, Pasokan Seret dan Dolar Menguat Jadi Pemicu

Vonis Radit Picu Luapan Emosi, Keluarga Terdakwa dan Korban Sama-sama Kecewa

Vonis Radit Picu Luapan Emosi, Keluarga Terdakwa dan Korban Sama-sama Kecewa

Hakim Vonis Radiet 6 Tahun Dalam Kasus Kematian Vira

Hakim Vonis Radiet 6 Tahun Dalam Kasus Kematian Vira