HUT NTB ke-66, Baiq Isvie : Saatnya Semua Kerja Cerdas

MATARAM (KabarBerita) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTB menggelar sidang paripurna dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Provinsi NTB, Senin (16/12).

Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda didampingi tiga wakil ketua yakni, Yek Agil, Lalu Wirajaya dan Muzihir memimpin langsung jalannya sidang paripurna tersebut.

Isvie menegaskan, bahwa di usia ke-66 tahun, provinsi NTB telah mengalami berbagai transformasi signifikan di berbagai sektor. Di antaranya, pertumbuham ekonomi yang meningkat setelah melewati rangkaian cobaan yang menerpa.

Selanjutnya, peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan dan perbaikan pembangunan di bidang infrastruktur.

“Tentu, kita berharap masyarakat NTB semakin bangga dengan jati dirinya. Caranya, kebanggaan ini harus diwujudkan dengan memberikan kontribusi yang positif bagi kemajuan daerah,” tegasnya saat menyampaikan sambutannya dalam sidang paripurna itu.

Politisi Golkar ini, mengatakan bahwa tema HUT ke-66 yakni, Mewujudkan NTB Hebat menuju Indonesia Emas 2045 harus dimaknai dengan upaya kerja keras, berkerja cerdas dan bersungguh-sungguh oleh semua komponen masyarakat NTB.

Mengingat, tantangan kedepan semakin berat dengan masih banyaknya pekerjaan yang harus dituntaskan.

“Momentum 66 tahun ini, kita dituntut untuk terus menjaga kebersamaan. Utamanya, bagaimana kita konsisten dalam pencapaian target-target pembangunan dengan memberikan kinerja yang terbaik demi kemaslahatan masyarakat NTB kedepannya,”  jelas Isvie.

Dalam kesempatan itu. Isvie memaparkan data BPS terkait kemiskinan NTB pada tahun 2024 yang nengalami penurunan. Baik dari sisi jumlah maupun persentasi.

Di mana, pada Maret 2024 prosentase penduduk miskin NTB adalah 12,91 persen, selanjutnya pada Juni 2024, angkanya berkurang turun 5,62 persen.

Berikutnya, pada Maret 2024, jumlah penduduk miskin NTB berkurang 709,01 ribu jiwa dibandingkan Maret 2023.

Karena itu, berkaca dari data tersebut, lanjut Isvie, pihaknya berharap agar Pemprov NTB lebih gencar melakukan lobi ke pemerintah pusat untuk menggelar event-event nasional dan internasional di Provinsi NTB secara berkesinambungan.

“Tentu, jika banyak event-event nasional dan internasional dengan NTB menjadi tuan rumahnya. Itu akan dapat menurunkan angka kemiskinan yang dapat turun di bawah prosentase garis kemiskinan nasional. Sebab, ekonomi warga akan bergerak dengan adanya even-event tersebut,” beber Isvie Rupaeda.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur NTB Hassanudin mengatakan bahwa tema peringatan HUT Provinsi NTB tahun ini yakni, Mewujudkan NTB Hebat Menuju Indonesia Emas 2045, tidak lain merupakan akronim dari Harmonis, Efektif dan Efisien, Berkelanjutan, Akuntabilitas, Transparan.

Menurutnya, tema ini diusung lantaran memiliki makna yang mendalam dan strategis, mencerminkan semangat kolektif untuk menjadikan NTB sebagai bagian dari cita-cita nasional mencapai Indonesia Emas 2045.

“Jadi, saat negara kita genap berusia 100 tahun. Enam puluh enam tahun perjalanan NTB adalah kisah tentang kerja keras, ketekunan, dan semangat gotong-royong,” ujar Hassanudin.

Mantan Pj Gubernur Sumut ini, mengaku bahwa sejak awal berdirinya, provinsi NTB telah banyak menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan infrastruktur, ketimpangan ekonomi, hingga dinamika sosial yang kompleks.

Namun, kata Hassanudin, dengan semangat persatuan dan kerja sama semua pihak, Provinsi NTB terus melangkah maju menjadi provinsi yang dapat dibanggakan hingga hari ini.

“Saat ini, NTB bukan hanya dikenal sebagai provinsi dengan keindahan alam yang menakjubkan, tetapi juga sebagai pusat kegiatan internasional. Dan, berbagai perhelatan tingkat nasional dan internasional telah menjadi ikon kebangkitan NTB,” kata Pj Gubernur.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa adanya event-event di NTB selama ini, justru tidak hanya membawa NTB ke panggung dunia.

Namun hal tersebut dapat juga menjadi lokomotif ekonomi yang menggerakkan berbagai sektor, mulai dari pariwisata hingga UMKM.

“Yang utama, kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari seberapa banyak event internasional yang berhasil kita selenggarakan. Namun kemajuan adalah tentang bagaimana masyarakat merasakan manfaat dari pembangunan itu sendiri,” tandas Hassanudin.

Related Posts

Perkara Gratifikasi Tiga Legislator NTB Dilimpahkan ke Meja Hijau, Ini Daftar 13 Nama Legislator Muncul Penerima Suap

Mataram, (KabarBerita)– Penanganan perkara dugaan gratifikasi yang menjerat tiga anggota DPRD NTB memasuki babak baru. Jaksa Penuntut Umum (JPU) resmi melimpahkan berkas perkara kasus “Dana Siluman” tersebut ke meja hijau.…

Deklarasi Zona Integritas, KPU NTB Komit Hadirkankan Birokrasi Bersih dan Melayani

Mataram, (KabarBerita) — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTB secara resmi mencanangkan Pembangunan Zona Integritas (ZI) dalam mewujudkan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Tahun 2026, pada Kamis (12/2). Pencanangan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Senjata Politik Ada, Abrasi Tetap Jalan di Tempat: Pemkot Mataram Kurang Niat?

Senjata Politik Ada, Abrasi Tetap Jalan di Tempat: Pemkot Mataram Kurang Niat?

Drainase hingga Posyandu Dominasi Aspirasi Warga Selaparang Saat Reses Ismul Hidayat

Drainase hingga Posyandu Dominasi Aspirasi Warga Selaparang Saat Reses Ismul Hidayat

Ismul Hidayat Dorong Dana Lingkungan Dikelola Langsung Warga, Bukan Proyek Dinas

Ismul Hidayat Dorong Dana Lingkungan Dikelola Langsung Warga, Bukan Proyek Dinas

Proyek Jalan Alternatif Nuraksa–Batu Bolong Tertahan, Negosiasi Lahan Buntu

Proyek Jalan Alternatif Nuraksa–Batu Bolong Tertahan, Negosiasi Lahan Buntu

Waspada! BMKG Keluarkan Peringatan Dini Banjir Rob di Pesisir Lombok dan Bima

Waspada! BMKG Keluarkan Peringatan Dini Banjir Rob di Pesisir Lombok dan Bima

‎Gotong Royong Tiga Pilar, Kecamatan Mataram Ajak Warga Peduli Lingkungan

‎Gotong Royong Tiga Pilar, Kecamatan Mataram Ajak Warga Peduli Lingkungan