
Mataram(KabarBerita) — Rapat Paripurna DPRD Kota Mataram dengan agenda penyampaian Jawaban Eksekutif atas Pemandangan Umum Fraksi, Senin (24/11), berlangsung panas. Suasana rapat yang awalnya berjalan normal mendadak tegang setelah anggota Fraksi Gerindra, Herman, menyampaikan interupsi keras terkait tidak adanya jawaban eksekutif atas pemandangan umum fraksinya.
“Interupsi, Pak Ketua. Kami dari Fraksi Gerindra ingin mempertanyakan tidak adanya jawaban eksekutif atas pemandangan umum fraksi kami. Apa terlewat atau memang diabaikan?” tegas Herman saat pimpinan rapat hendak membacakan kesimpulan paripurna.
Herman menilai pengabaian tersebut bukan persoalan kecil. Ia menegaskan bahwa setiap pemandangan umum fraksi memiliki marwah yang harus dihormati eksekutif, baik berupa saran, masukan, maupun kritik. Karena itu, menurutnya, eksekutif wajib memberikan tanggapan yang jelas, bukan sekadar formalitas.
“Sejak awal penyampaian, jawaban eksekutif yang dibacakan Pak Sekda sama sekali tidak menyinggung pemandangan umum Fraksi Gerindra. Ini kami nilai diabaikan. Padahal apa yang kami sampaikan merupakan aspirasi masyarakat yang harus dijawab dengan serius, bukan normatif atau seremonial belaka,” ujar Herman dengan nada tinggi.
Ketua DPRD Kota Mataram, Abdul Malik, mencoba meredam ketegangan dengan menjelaskan bahwa jawaban eksekutif telah disampaikan oleh Sekda, dan masukan-masukan fraksi bisa dibawa dalam pembahasan lanjutan di tingkat komisi.
Namun penjelasan itu justru memantik interupsi baru. Politisi Partai Demokrat, HM Zaini, menilai penyampaian jawaban tidak boleh dipindahkan ke forum lain.
“Izin Pak Ketua. Mumpung ada Pak Sekda, berikan saja kesempatan beliau menjawab langsung. Kalau dibawa ke pembahasan komisi, itu forum berbeda,” katanya.
Di hadapan anggota dewan, Sekda Kota Mataram Lalu Alwan Basri akhirnya memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa absennya jawaban atas pemandangan umum Fraksi Gerindra bukan karena terlewat, tetapi karena perbedaan persepsi.
“Kami menilai apa yang disampaikan Fraksi Gerindra kemarin lebih pada usul dan saran, sehingga tidak kami jawab secara langsung dalam pidato eksekutif. Namun ke depan, semua masukan akan kami jawab secara lengkap dalam pidato berikutnya,” jelasnya.








