
MATARAM (KabarBerita) – Kepala Bidang Fasilitasi Ekosistem Ekonomi Kanwil Kementerian Haji NTB H. Ali Sahbana mengatakan pemberangkatan Jamaah Calon Haji (JCH) yang tergabung dalam Kelompok terbang (Kloter) 10 di dominasi CJH Non Lansia atau di bawah 65 tahun.
Hal ini disampaikannya saat mengadakan konfrensi Pers di Media Center Haji, Asrama Haji Embarkasi Lombok, Pada Minggu (03/05/2026) malam.
Ali sapaanya menyampaikan Kloter 10 kota Mataram merupakan kloter utuh ke dua dari kota Mataram karena Kloter utuh pertama telah diberangkatkan pada Kloter 5 lalu dengan jumlah jamaah 393 CJH, yang didominasi oleh jamaah non lanjut usia (Lansia), sedangkan lansianya agak minim yang ikut dalam pemberangkatan kali ini.
“Jadi Lansia 86 jamaah dan non lansia 307 jamaah dengan jamaah tertua umur 83 tahun dan termuda 21 tahun,” ujar Ali.
Lebih lanjut dikatakannya untuk CJH Kloter 10 Kedatangannya pada minggu 3 mei 2026 pada pukul 06.00 dan akan dilepas pukul 12.00 di gedung bir Ali 1 Asrama haji Embarkasi Lombok dan Rencananya akan dihadiri oleh Walikota dan Wakil Walikota Mataram.
“InsyaAllah kalau tidak ada halangan yang melepas ini adalah Bapak Walikota dan Bapak Wakil Walikota,” terangnya.
Kendati demikian Untuk Kloter 10, ada satu jamaah yang tertunda keberangkatannya dan masuk Rumah Sakit dan tengah mendapat perawatan dikarenakan mengalami kelelahan dan kurang darah, tapi pihak PPIH telah menyiapkan jamaah cadangan sebagai penggantinya.
“Ada satu jamaah yang masuk rumah sakit, tapi sudah ada penggantinya, artinya kita tetap mempunyai cadangan dan nanti kalau sudah sehat pasti kita berangkatkan,” jelasnya.
Dijelaskannya juga untuk penggantinya dipersiapkan dari kloter sebelumnya yang tidak bisa berangkat, dikarenakan waktu pemberangkatan jamaah-jamaah tersebut masih istitha’ah sementara dan berkaitan dengan kesehatan.
“Jadinya begitu mereka sehat kita akan masukan di kloter berikutnya,” katanya.
Ia juga menerangkan sistem pengunaan cadangan untuk tiap pemberangkatan menjadi begitu penting, karena terkadang ada kendala yang diluar perkiraan dan biasanya berkaitan dengan tidak istitha’ah CJH. Dan itu biasanya diambil dari Kloter yang akan belakangan berangkat.
“Jadi itu langkah kita untuk menjaga tidak terjadinya open sheet, jadi jamaah yang tidak laik terbang itu yang kita inventaris, begitu ada sheet kosong dan mereka sudah sembuh maka kita masukan kedalam penerbangan tersebut,” pungkasnya.
Ia juga mengkonfirmasi bahwa untuk jamaah Kloter 9 asal Kabupaten Lombok Timur saat ini sudah berada di Madinah dan semua jamaah dalam keadaan baik dan sehat.
“Dan untuk kloter 9 yang berangkat kemarin saat ini sudah di Madinah dan semua dalam keadaan sehat semua,” tutupnya. (Wira/red).






