
“Kabupaten Lombok Tengah tahun ini dipercaya sebagai tuan rumah MTQ tingkat provinsi, jadi silaq kita jadikan MTQ ini untuk meningkatkan kecintaan,keterampilan membaca dan mencetak Generasi Qur’ani,”
Praya (KabarBerita) — Kabupaten Lombok Tengah resmi menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXXI tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2026, yang dijadwalkan berlangsung pada 9-15 Juni 2026. Berbagai persiapan intensif tengah dilakukan, termasuk pembangunan venue utama dengan anggaran Rp 21 miliar lebih, kemudian peluncuran logo resmi, dan penyiapan delapan venue lomba.
Logo dan desain piala MTQ XXXI telah resmi diluncurkan oleh Pemkab Lombok Tengah pada 6 April 2026 di Becingah Agung Masmirah.
Lombok Tengah berkomitmen untuk menyelenggarakan acara ini dengan sukses dan memberikan pengalaman terbaik bagi para kafilah.
Wakil Ketua I DPRD NTB, H. Lalu Wirajaya pun mengajak seluruh lapisan masyarakat ikut serta dalam mensukseskan agenda dua tahunan itu. Apalagi NTB sendiri pernah didaulat sebagai tuan rumah MTQ nasional pada tahun 2016 sejak MTQ tingkat nasional untuk pertama kali digelar pada tahun 1968 di Makasar.
“MTQ tingkat nasional pertama kali di Makasar bulan Ramadhan tahun 1968. Provinsi NTB pernah menjadi tuan rumah MTQ tingkat nasional pada tahun 2016,” kata H. Lalu Wirajaya, Minggu (10/5).
Dikatakan politisi partai Gerindra itu, Kabupaten Lombok Tengah tahun ini dipercara sebagai tuan rumah MTQ tingkat provinsi. Ia mengajak warga Lombok Tengah menjadikan momentum ini untuk meningkatkan kecintaan, keterampilan membaca sekaligus sebagai upaya mencetak generasi Qur’ani.
“Kabupaten Lombok Tengah tahun ini dipercaya sebagai tuan rumah MTQ tingkat provinsi, jadi silaq kita jadikan MTQ ini untuk meningkatkan kecintaan,keterampilan membaca dan mencetak Generasi Qur’ani,” pungkasnya.
Diketahui pemerintah Kabupaten Lombok Tengah saat ini tengah mematangkan persiapan sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXI Tingkat Provinsi NTB 2026, dengan fokus utama pada penyelesaian pembangunan delapan venue dan penataan lanskap yang ditargetkan rampung sebelum Juni 2026.
Anggaran lebih dari Rp 21 miliar dialokasikan untuk infrastruktur tersebut, guna memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para kafilah. (Red)






