
Mataram(KabarBerita) – Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana menegaskan komitmen Pemerintah Kota Mataram untuk terus memperluas ruang pengawasan partisipatif bagi masyarakat. Ia menilai masyarakat kini semakin kritis dalam menyampaikan ide dan gagasan, termasuk dalam menyoroti pembangunan dan tata kelola pemerintahan. Perkembangan daya kritis ini, katanya, harus dijawab pemerintah dengan sikap adaptif dan terbuka.
“Pemerintah Kota Mataram tidak boleh alergi terhadap kritik. Justru kita harus membuka kanal-kanal agar masyarakat lebih leluasa memberikan masukan maupun kritik,” ujarnya.
Menurut Mohan, Pemkot Mataram terus memperkuat ruang partisipasi publik melalui berbagai kanal pengaduan dan saluran komunikasi yang tersedia. Langkah ini disebut sebagai bagian penting dalam membangun pemerintahan yang responsif, transparan, dan mampu menampung aspirasi warga secara langsung.
Ia menambahkan, konsistensi pemerintah dalam membuka ruang pengawasan partisipatif juga menjadi salah satu faktor yang mengantarkan Pemkot Mataram meraih pengakuan di tingkat nasional, termasuk melalui ajang yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Pengakuan tersebut dinilai sebagai bukti bahwa komunikasi publik Kota Mataram semakin inklusif dan modern.
“Termasuk kemarin ketika kita masuk tiga besar nasional dari Komdigi. Itu menjadi salah satu tolak ukur bahwa Pemkot Mataram sangat aktif dan terbuka dalam mengelola media sosial,” pungkasnya.








