NTB Perkuat Rencana Aksi Mangrove Berkelanjutan Melalui Workshop Lintas Sektor

Mataram, (KabarBerita) — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat merumuskan sejumlah rekomendasi strategis untuk memperkuat Rencana Aksi Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove melalui Workshop Pelestarian Mangrove Berkelanjutan yang diselenggarakan oleh Bappeda Provinsi NTB.

Hasil utama workshop meliputi penguatan koordinasi lintas OPD dan kabupaten/kota, penyelarasan program mangrove dengan dokumen perencanaan daerah (RPJMD 2025–2029), serta penguatan instrumen implementasi di tingkat desa melalui regulasi lokal (awik-awik). Rekomendasi ini menjadi bagian dari upaya memastikan perlindungan mangrove berjalan terukur, operasional, dan selaras dengan arah pembangunan daerah.

Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan surat dari Yayasan Gugah Nurani Indonesia sebagai bentuk dukungan kolaboratif terhadap agenda perlindungan ekosistem pesisir dan pembangunan berkelanjutan di NTB. Workshop menghadirkan unsur pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-NTB, akademisi, organisasi masyarakat sipil, perangkat desa, serta Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Provinsi NTB.

Mewakili Kepala Bappeda NTB, Ibu Laksmy Fortuna, ST., MT., dalam sambutannya menegaskan pentingnya integrasi kebijakan mangrove ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah.

Pelestarian mangrove harus berada dalam koridor RPJMD 2025–2029 agar memiliki arah yang jelas, dukungan lintas sektor, serta penguatan program dan anggaran yang terstruktur,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa ekosistem mangrove merupakan aset ekologis sekaligus instrumen ketahanan wilayah pesisir dalam menghadapi risiko perubahan iklim.

Dalam forum tersebut, BRIDA NTB turut berpartisipasi melalui perwakilan Tim Pokja Riset Ekonomi dan Pembangunan. Kehadiran BRIDA menegaskan komitmen penguatan kebijakan berbasis bukti pada riset dan inovasi, khususnya dalam pemetaan potensi, pengembangan model ekonomi berkelanjutan, serta penyusunan rekomendasi kebijakan yang aplikatif. (*)

Related Posts

Nekat Mogok Kerja, Bupati Loteng Ingatkan Nakes PPPK Paruh Waktu Terkenak Pelanggaran Berat

LOMBOK TENGAH (KabarBerita)-Pelayanan kesehatan di kabupaten Lombok Tengah terancam lumpuh. Pasalnya, Tenaga kesehatan (Nakes) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paru Waktu (PW) mengancam akan mogok kerja massal mulai 27…

Inovasi Daerah, Merubah Emisi Jadi Karbon Bernilai Ekonomi

Kepala BRIDA Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, S.H., M.H. Mataram, (KabarBerita) — Ternyata ditengah isu global terkait degradasi lingkungan yang berdampak pada pemanasan global, ada kabar baik bahwa upaya…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

IIKD Kota Mataram Hidupkan Semangat Kartini Lewat Goresan Warna Anak Disabilitas

IIKD Kota Mataram Hidupkan Semangat Kartini Lewat Goresan Warna Anak Disabilitas

Wali Kota Mohan Roliskana Lepas 393 CJH Kloter 5 Embarkasi Lombok, Suasana Haru Iringi Keberangkatan

Wali Kota Mohan Roliskana Lepas 393 CJH Kloter 5 Embarkasi Lombok, Suasana Haru Iringi Keberangkatan

Nekat Mogok Kerja, Bupati Loteng Ingatkan Nakes PPPK Paruh Waktu Terkenak Pelanggaran Berat

Nekat Mogok Kerja, Bupati Loteng Ingatkan Nakes PPPK Paruh Waktu Terkenak Pelanggaran Berat

Pejabat Mulai Kewalahan, Wali Kota Mataram Buka Opsi Evaluasi Kebijakan Bersepeda

Pejabat Mulai Kewalahan, Wali Kota Mataram Buka Opsi Evaluasi Kebijakan Bersepeda

Masuk Tahun Ketiga, Pasar Ikan Bintaro Masih Setengah Jadi

Masuk Tahun Ketiga, Pasar Ikan Bintaro Masih Setengah Jadi

Dukung Program Lima Hari Sekolah, Zia Urrahman: Waktu Keluarga Lebih Berkualitas dan Karakter Anak Terbentuk

Dukung Program Lima Hari Sekolah, Zia Urrahman: Waktu Keluarga Lebih Berkualitas dan Karakter Anak Terbentuk