Pernyataan Disdik Tak Sinkron, Dokumen Internal Ungkap SD Sudah Dijadwalkan Uji Coba FDS

Mataram(KabarBerita)– Dinas Pendidikan Kota Mataram tengah mempersiapkan uji coba full day school (FDS) atau sekolah lima hari dengan jam belajar lebih panjang. Kebijakan ini menuai perhatian karena ada perbedaan informasi antara pernyataan resmi kepala dinas dan hasil rapat koordinasi internal.

‎Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, M. Yusuf, menyatakan uji coba FDS dalam waktu dekat hanya akan diterapkan di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Beberapa SMP yang dinilai siap, seperti SMPN 6 Mataram, dijadwalkan memulai awal pekan depan. “Untuk tahap awal, baru di jenjang SMP. SD belum, karena kami belum mengumpulkan kepala sekolah SD untuk sosialisasi,” ujar Yusuf.

‎Menurut Yusuf, saat ini fokus utama adalah sosialisasi kepada kepala sekolah SMP. Mereka diminta menyampaikan informasi secara masif kepada orang tua siswa dan masyarakat. Uji coba baru akan dimulai setelah sosialisasi tuntas. Ia juga menegaskan, belum ada target pasti jumlah sekolah yang terlibat, karena masih menunggu kejelasan regulasi berupa Peraturan Wali Kota sebagai payung hukum.

‎Namun, informasi yang berbeda muncul dari resume rapat koordinasi antara Dinas Pendidikan dengan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kecamatan Mataram. Rapat yang digelar Jumat siang itu memastikan uji coba FDS segera dimulai juga di jenjang Sekolah Dasar (SD).

‎Beberapa SD yang ditunjuk antara lain SDN 15 Mataram, SDN 6 Mataram, SDN 41 Mataram, SDN 38 Mataram, SDN 44 Ampenan, dan SDN 3 Ampenan. Kepala sekolah diminta segera mensosialisasikan rencana ini kepada orang tua pada 9–10 Januari 2026.

‎Uji coba resmi dijadwalkan mulai Senin, 12 Januari 2026. Siswa belajar dari pukul 07.15 hingga 14.00 WITA, sementara guru hadir hingga 15.30 WITA untuk pendampingan. Khusus Jumat, belajar siswa hingga 11.00 WITA dan guru hingga 11.30 WITA.

‎Perbedaan informasi ini menimbulkan pertanyaan tentang koordinasi internal. Dinas Pendidikan diharapkan segera memberikan klarifikasi agar orang tua dan masyarakat tidak bingung menyambut kebijakan baru yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan ini.

  • Related Posts

    Siswa SMKN 1 Jonggat Toreh Prestasi Juara 1 LKS Bidang Desain Grafis di Tingkat Provinsi NTB

    LOMBOK BARAT (KabarBerita)-SMKN 1 Jonggat kembali menorehkan prestasi membanggakan. Pada momentum Hari Kebangkitan Nasional, siswa sekolah tersebut sukses meraih Juara 1 pada ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK tingkat Provinsi…

    Pemkot Mataram Perketat Ekspansi Ritel Modern, Disdag Tolak Pengajuan Baru

    ‎Mataram(KabarBerita)- Pemerintah Kota Mataram mulai memperketat ekspansi ritel modern di wilayah Kota Mataram. Sejumlah pengajuan rekomendasi untuk pembukaan gerai baru bahkan ditolak sebagai bentuk pembatasan terhadap menjamurnya toko modern di…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Siswa SMKN 1 Jonggat Toreh Prestasi Juara 1 LKS Bidang Desain Grafis di Tingkat Provinsi NTB

    Siswa SMKN 1 Jonggat Toreh Prestasi Juara 1 LKS Bidang Desain Grafis di Tingkat Provinsi NTB

    Pemkot Mataram Perketat Ekspansi Ritel Modern, Disdag Tolak Pengajuan Baru

    Pemkot Mataram Perketat Ekspansi Ritel Modern, Disdag Tolak Pengajuan Baru

    Pameran Arsip Jadi Upaya Dispusip Mataram Jaga Ingatan Sejarah Generasi Muda

    Pameran Arsip Jadi Upaya Dispusip Mataram Jaga Ingatan Sejarah Generasi Muda

    Puluhan Ribu Sapi NTB Dikirim, Penjualan Tembus Setengah Triliun dari Hewan Kurban ke Jabodetabek

    Puluhan Ribu Sapi NTB Dikirim, Penjualan Tembus Setengah Triliun dari Hewan Kurban ke Jabodetabek

    LMB Akan Bangun Sumur Bor Untuk Warga Lajut Praya

    LMB Akan Bangun Sumur Bor Untuk Warga Lajut Praya

    Mentri PKP Maruarar Sirait : Urus BPHTB dan PBG Rumah Sekarang Gratis

    Mentri PKP Maruarar Sirait : Urus BPHTB dan PBG Rumah Sekarang Gratis