
Mataram, (KabarBerita) – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag. menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas prestasi nasional yang diraih Wali Kota Mataram Dr. H. Mohan Roliskana, S.Sos., M.H., yang resmi ditetapkan sebagai Penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat Tahun 2026.
Capaian tersebut dinilai sebagai tonggak penting bagi penguatan identitas budaya daerah di level nasional.
Prof. Masnun menegaskan bahwa keberhasilan Wali Kota Mataram menembus seleksi ketat dan mengungguli sejumlah kepala daerah dari berbagai provinsi di Indonesia merupakan prestasi yang tidak mudah diraih. Proses penjurian yang panjang, objektif, dan profesional menjadi bukti bahwa penghargaan itu diberikan atas kualitas gagasan, konsistensi kebijakan, serta dampak nyata pembangunan berbasis kebudayaan.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa kepemimpinan yang berpijak pada nilai budaya dan kearifan lokal memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional. Ini bukan hanya kebanggaan bagi Kota Mataram, tetapi juga bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat secara keseluruhan,” ujar Prof. Masnun, Sabtu (10/1/2026).
Prof. Masnun yang juga sebagai Ketua PW Nahdlatul Ulama NTB itu menilai konsep Gerbang Sangkareang yang diusung Wali Kota Mataram merepresentasikan pendekatan pembangunan yang holistik, mengintegrasikan dimensi budaya, sosial, spiritual, dan ekonomi secara berkelanjutan. Transformasi simbol lumbung padi masyarakat Sasak menjadi identitas kota dinilai sebagai langkah visioner dalam merawat tradisi sekaligus merespons tantangan modernitas.
Lebih lanjut, Prof. Masnun mengapresiasi dampak konkret dari kebijakan kebudayaan tersebut yang telah melahirkan ekosistem ekonomi kreatif, memperkuat UMKM lokal, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing Kota Mataram melalui penguatan city branding. Keberhasilan Batik Mentaram menembus panggung internasional dinilai sebagai bukti bahwa budaya lokal mampu tampil adaptif dan kompetitif di ruang global.
Anugerah Kebudayaan PWI Pusat Tahun 2026 diberikan setelah Dewan Juri menilai secara komprehensif proposal, presentasi, regulasi daerah, Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah, dokumentasi media, serta dampak kebijakan kebudayaan yang dijalankan para nominator. Dari sepuluh kepala daerah yang masuk nominasi, Wali Kota Mataram dinilai paling memenuhi kriteria penilaian melalui proposal bertajuk “Gerbang Sangkareang”.
Prof. Masnun menegaskan komitmen UIN Mataram untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Mataram dalam penguatan riset, pendidikan, dan pengembangan kebudayaan berbasis nilai keislaman, keindonesiaan, dan kearifan lokal.
“Capaian ini diharapkan menjadi inspirasi bagi dunia akademik, generasi muda, dan para pemangku kepentingan bahwa kebudayaan adalah fondasi strategis dalam membangun peradaban yang berkeadaban dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Penghargaan tersebut dijadwalkan akan diserahkan pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Banten pada 9 Februari 2026, sekaligus menegaskan posisi Kota Mataram sebagai salah satu rujukan nasional dalam pembangunan berbasis kebudayaan. (*)






