
MATARAM (KabarBerita) – Musyawarah Daerah (Musda) ke-IV Kongres Advokat Indonesia (KAI) NTB, secara Aklamasi memilih Dr. Lalu Anton Hariawan sebagai Ketua DPD dan Eddy Kurniady, SH sebagai Sekretarisnya, masa bakti 2026-2031. Musda dilaksanakan di Hotel Aston Inn Mataram pada, Sabtu (10/01/2026).
Hal ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) No. 08/KPTS/Musda-IV/DPD-KAI-NTB/I/2026 tentang penetapan Ketua dan Sekretaris DPD NTB, dengan Ketua Dr. L. Anton Hariawan dan Sekretaris Eddy Kurniady.
Pemilihan secara aklamasi tidak mengurangi nilai demokrasi, tapi hal itu menujukan bahwa para anggota merasa cocok dengan pemimpin muda yang visioner dan energik dan sesuai dengan kesepakatan bersama, hal ini disampaikan DPP Pusat KAI yang diwakili Wakil Ketua Bagian Kongres KAI Lukman Chakim. “Jadi calonnya tunggal, dan ini tidak mengurangi nilai demokrasi tapi memang sudah ada musywarah anggota terlebih dahulu”jelasnya.

Lebih lanjut Ia mengatakan, supaya DPD turun aktif dalam menyelsaikan permasalahan, tanpa harus ada instruksi dari DPP atau yang lainnya. Ia juga menjelaskan jika DPP KAI telah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan beberapa Kementerian Pemerintah yang menjadi salah satu energi baru dalam KAI. “DPD nanti tolong turun langsung menjemput bola, dan itu pesan dari Kementerian,”ujarnya.
Dikatakannya juga bahwa kekuatan MoU itu telah ditetapkan oleh Kementerian, Ia juga menyambut baik apa yang disampaikan Kejari Mataram, yang ingin menyatukan Persefsi dalam mencari keadilan. Serta tetap berpegang teguh pada kode etik advokat dan tetap menggalang sinergi dengan Pemerintah. “Saya ingin menggaris bawahi, dengan adanya MoU DPP dengan Kementerian, mudah-mudahan disambut baik oleh DPD dan jajaranya,”terangnya.
Sementara itu Ketua DPC Lombok Timur Eko Rahady, SH mengatakan jika pemimpin muda sebagai manifestasi untuk mewujudkan perubahan dan memunculkan transfaransi dalam pengelolaan KAI kedepannya.
Lebih lanjut Eko sapaannya menyampaikan bahwa nilai integritas sangat dibutuhkan demi mengembangkan Organisasi Advokat terbesar di Indonesia itu. Serta mampu merangkul tanpa menutupi apa yang menjadi nilai moralitas, serta tidak memunculkan kontradiksi dalam anggota yang tergabung didalamnya. “Jadi kedepannya kita inginkan pemimpin yang bisa mengkoordinir anggota secara menyeluruh, bukan yang feodal,”ujarnya.

Lebih jauh Eko menjelaskan bahwa sudah adanya rasa jenuh yang dirasakan anggota . dengan adanya kotak-kotak pemisah antara Pimpinan DPD dengan anggota, ini yang memicu perlunya transformasi dalam tubuh KAI. “Itu yang kami tidak mau di KAI ini, mewarisi tradisi yang lama,”ucapnya.
Eko juga menyampaikan kekecewaannya dengan tradisi lama yang masih mengedepankan feodalisme sehingga mengkotak-kotakan para Senior, hal itu terbukti dengan beberapa senior yang dulu menjadi pencetus KAI di NTB. Tidak hadir dalam Musda ke-IV itu. “Dengan adanya Ketua baru ini, saya yakin senior-senior yang lama bisa dirangkul kembali, karena mereka adalah panutan kami”harapnya.
Dikatakannya juga dengan tampilnya L. Anton sebagai calon tunggal diharapkan bisa menjadi tokoh sentral yang mampu mengkoordinir dan merangkul semua anggota, baik yang senior dan yang baru tergabung, karena menurutnya juga calon Ketua DPD KAI tunggal dan sudah dipastikan L. Anton menjadi Ketua DPD KAI maka sudah menjadi suatu kemutlakan aklamasi. (Wira/red).






