Reuni Ilmiah IKA UIN SUKA, Deklarasi Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Mataram, (KabarBerita) – Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (SUKA) Yogyakarta menggelar reuni ilmiah dengan Seminar Nasional bertema Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, pada Sabtu (18/04) di Auditorium UIN Mataram. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang diskusi bagi para alumni dalam menyikapi isu sosial yang kian aktual di masyarakat, terutama berkaitan dengan isu kekerasan perempuan dan anak.

Seminar tersebut menghadirkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Hj. Arifatul Choiri Fauz sebagai Keenote Speaker. Kemudian Budayawan Ngatawi Al – Zastrow dan Wakil Bupati Lombok Barat, Nurul Adha sebagai narasumber utama. Ketiga figur tersebut merupakan alumni IAIN/UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Narasumber lainnya Pujiarrohman akademisi Universitas Mataram.

Seminar Anti Kekerasan pada Perempuan dan Anak itu turut dihadiri Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri.

Para alumni UIN Suka NTB saat foto bersama di Mataram Sabtu (18/04).

Sekretaris IKA SUKA NTB, Prof Masnun Tahir, menyampaikan bahwa seminar dan temu alumni IKA SUKA Yogyakarta ini juga menjadi bagian dari rangkaian persiapan menyambut Musyawarah Nasional (Munas) IKA SUKA ke-III. Sekaligus sebagai bentuk komitmen alumni dalam memberikan kontribusi pemikiran terhadap berbagai isu sosial.

“Kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang reuni, tetapi juga untuk memperkuat komitmen alumni dalam memberikan kontribusi nyata terhadap persoalan sosial, khususnya perlindungan perempuan dan anak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Masnun berharap Munas IKA SUKA yang akan digelar pada 25 April mendatang di Yogyakarta dapat berjalan lancar dan sukses.

“Harapan kita, Munas IKA SUKA tahun ini berjalan dengan baik serta mampu menghasilkan program-program yang produktif dan berdampak luas, tidak hanya bagi alumni, tetapi juga bagi agama dan bangsa,” tambahnya.

Sebelumnya Rektor UIN Mataram, Prof Masnun memimpin secara langsung Deklarasi Anti Kekerasan tersebut yang isinya:
• Kami menolak!!! Segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak!
• Kami berjanji!!! Melindungi perempuan dan anak di sekitar kami!
• Kami bergerak!!! Mewujudkan lingkungan yang aman dan ramah!
• Kami percaya!!! Perempuan dan anak berhak hidup tanpa rasa takut!

“Deklarasi ini bukan sekadar kata-kata, melainkan janji moral kita semua untuk menjadikan kampus dan lingkungan sosial sebagai ruang aman bagi kelompok rentan,” tegas Prof Masnun dalam sambutan.

Kegiatan ini diikuti sekitar 700 peserta terdiri dari sejumlah alumni lintas angkatan yang antusias berdiskusi dan mempererat jaringan, sekaligus memperkuat peran alumni dalam mendorong perubahan sosial yang lebih baik di daerah. (Red)

Related Posts

Kemenag NTB Gandeng Pemprov NTB, LPA, dan APH Bentuk Satgas Tindak Kekerasan di Satuan Pendidikan

MATARAM (KabarBerita) – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) NTB menggelar rapat perumusan Satuan Tugas (Satgas) pencegahan tindak kekerasan dilingkup satuan pendidikan dan Pondok Pesantren (Ponpes) se-NTB. Acara tersebut dihadiri…

Turun Reses di BKU, Bung Aley Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Warga

“Reses ini menjadi momentum bagi kami untuk mendengar secara langsung kebutuhan masyarakat.”   Lombok Tengah (KabarBerita) — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (DPRD NTB) Daerah Pemilihan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Reses di Komunitas Hindu, Lalu Pelita Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi

Reses di Komunitas Hindu, Lalu Pelita Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi

Mayura Heritage Yoga Campaign, Memadukan Kebugaran dan Pelestarian Warisan Budaya Mataram

Mayura Heritage Yoga Campaign, Memadukan Kebugaran dan Pelestarian Warisan Budaya Mataram

Kemenag NTB Gandeng Pemprov NTB, LPA, dan APH Bentuk Satgas Tindak Kekerasan di Satuan Pendidikan

Kemenag NTB Gandeng Pemprov NTB, LPA, dan APH Bentuk Satgas Tindak Kekerasan di Satuan Pendidikan

Harga Bumbu Dapur Melonjak di Mataram, Pasokan Seret dan Dolar Menguat Jadi Pemicu

Harga Bumbu Dapur Melonjak di Mataram, Pasokan Seret dan Dolar Menguat Jadi Pemicu

Vonis Radit Picu Luapan Emosi, Keluarga Terdakwa dan Korban Sama-sama Kecewa

Vonis Radit Picu Luapan Emosi, Keluarga Terdakwa dan Korban Sama-sama Kecewa

Hakim Vonis Radiet 6 Tahun Dalam Kasus Kematian Vira

Hakim Vonis Radiet 6 Tahun Dalam Kasus Kematian Vira