
MATARAM (KabarBerita)-Sekretaris DPD Partai Golkar NTB, Firadz Pariska menepis kabar penundaan Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Nusa Tenggara Barat (NTB) dikarenakan akan diambil alih Pengurus Pimpinan Pusat.
Menurutnya penundaan pelaksanaan Musda murni karena Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, tidak bisa ke NTB karena mendapat tugas khusus dari Presiden Prabowo Subianto.
“Tidak ada itu (Diambli alih DPP). Siapa bilang begitu?. Tapi hanya penundaan saja dari sisi waktu karena seperti yang sudah kami sampaikan dibeberapa media. Bahwa kita mengikuti jadwal kesibukan dari pak Ketum (Bahlil Lahadalia) dengan waktu yang bersamaan kebetulan ada kegiatan di Makasar untuk wakili Presiden,” tegas Firadz Pariska saat ditemui KabarBerita di D’Cafetarian Mataram pada Kamis (22/05/2025).
Seperti diketahui, Bahlil awalnya sudah dijadwalkan menghadiri Musda DPD Partai Golkar NTB pada Sabtu (24/05/2025) disalah satu hotel di Kota Mataram. Namun, karena ada alasan tersebut, Musda Partai Golkar NTB kembali akan disesuaikan dengan jadwal Bahlil.
“Jadi hanya itu saja alasannya, nggak ada yang lain,”sambung Firadz.
Lebih lanjut, Firadz menegaskan bahwa tradisi sekarang di Partai Golkar pada masa Ketua Umum Bahlil Lahadalia ingin hadir langsung ke daerah untuk menyapa kadar Golkar. Salah satu lewat kegiatan Musda. “Yang menjadi tradisi sekarang di Partai Golkar, Ketua Umum ingin hadir secara langsung di daerah-daerah untuk menyapa kader yang ada di daerah,”tutupnya.








