
Mataram(KabarBerita) – Wali Kota Mataram Mohan Roliskana menghadiri perayaan Lebaran Topat di kawasan Makam Bintaro, Kecamatan Ampenan, Sabtu (28/3/2026). Perayaan yang turut dihadiri unsur Forkopimda, jajaran Pemerintah Kota Mataram, serta masyarakat ini berlangsung semarak namun tetap khidmat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah ke makam para aulia, dilanjutkan dengan tradisi ngurisan, zikir, doa bersama, hingga prosesi pemotongan ketupat raksasa oleh wali kota sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan.
Dalam sambutannya, Mohan Roliskana menyampaikan apresiasi atas konsistensi masyarakat dalam menjaga tradisi Lebaran Topat yang telah berlangsung turun-temurun.
“Alhamdulillah, hari ini kita kembali bisa melaksanakan tradisi Lebaran Topat dengan penuh suka cita. Terima kasih atas semangat dan komitmen kita bersama untuk terus menjaga tradisi ini dari tahun ke tahun,” ujarnya.
Ia menegaskan, meski terdapat sedikit penyesuaian mengikuti perkembangan zaman, esensi Lebaran Topat tetap tidak berubah, yakni sebagai momentum mempererat silaturahmi dan saling memaafkan.
Menurutnya, tradisi ini juga memiliki nilai historis yang kuat. Lebaran Topat diyakini berakar dari inisiatif Sunan Kalijaga pada abad ke-15 di Demak sebagai bagian dari pendekatan budaya dalam menyebarkan syiar Islam.
“Warisan ini harus terus kita jaga. Terutama generasi muda, agar tidak kehilangan jati diri dan tetap merawat nilai-nilai budaya yang sarat makna,” tegasnya.
Pemerintah Kota Mataram, lanjutnya, berkomitmen untuk terus melaksanakan dan melestarikan tradisi Lebaran Topat sebagai contoh nyata bagi generasi mendatang dalam menjaga tradisi positif di tengah perubahan zaman.
Selain itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada aparat keamanan atas dukungan dalam menjaga kondusivitas berbagai perayaan keagamaan di Kota Mataram.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada Kepolisian Resor Kota Mataram dan jajaran TNI yang telah membantu memastikan seluruh rangkaian kegiatan keagamaan berjalan aman dan lancar, termasuk pada momentum berdekatan antara Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri.
“Ini menjadi bukti bahwa toleransi antarumat beragama di Kota Mataram terjalin dengan baik. Perbedaan adalah keniscayaan, namun kita mampu menjaganya dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Lebaran Topat sendiri menjadi penutup rangkaian ibadah umat Muslim setelah Ramadan, Idul Fitri, serta puasa sunah enam hari di bulan Syawal. Tradisi ini menjadi wujud rasa syukur sekaligus sarana mempererat ukhuwah dan kebersamaan.
Di akhir sambutannya, Mohan Roliskana mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendoakan daerah dan bangsa agar tetap aman dan kondusif di tengah dinamika global saat ini.








