
Mataram, (KabarBerita) — Suasana khidmat menyelimuti Auditorium UIN Mataram saat pelaksanaan Yudisium Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) yang diikuti oleh 190 lulusan terbaik dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), pada Rabu (5/11).
Yudisium yang dihadiri oleh Dekan, para Wakil Dekan, Ketua dan Sekretaris Program Studi, dosen, serta tenaga kependidikan ini menjadi momentum penting bagi para lulusan untuk menapaki babak baru dalam perjalanan akademik dan pengabdian di masyarakat.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., menyampaikan tiga pesan penting yang sarat makna. Pertama, ia menekankan pentingnya menjaga integritas dan akhlak sebagai pendidik muslim.
Menurutnya, ilmu yang dimiliki akan menjadi bermanfaat hanya jika dibingkai oleh nilai-nilai kejujuran, keteladanan, dan tanggung jawab moral.
“Guru PAI bukan hanya pengajar, tetapi juga penjaga nurani umat. Dalam derasnya arus disrupsi moral, kehadiran guru berakhlak menjadi lentera bagi generasi,” ungkap Rektor.

Kemudian pesan kedua, Rektor mengingatkan para lulusan untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensi. Dunia pendidikan yang terus berubah menuntut adaptasi dan inovasi tanpa henti. Ia berpesan agar lulusan UIN Mataram tidak berhenti belajar setelah diwisuda, tetapi menjadikan pembelajaran sepanjang hayat sebagai prinsip hidup.
“Guru hebat bukan yang tahu segalanya, melainkan yang tidak pernah berhenti belajar,” katanya memberi motivasi.
Pesan ketiga, Rektor mengajak seluruh lulusan untuk mengabdikan diri kepada umat dan bangsa.
Ia menegaskan bahwa lulusan UIN Mataram harus menjadi pelopor perubahan sosial dengan menebar manfaat dan menghadirkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
“Ilmu tanpa pengabdian hanyalah pengetahuan kosong. Jadilah guru yang menyala untuk mencerahkan sekitarmu,” pesannya penuh makna.
Kegiatan yudisium berlangsung dengan penuh haru dan kebanggaan. Para lulusan menyimak dengan khusyuk setiap pesan yang disampaikan, sembari menyadari bahwa gelar yang diraih bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab baru untuk berkiprah di tengah masyarakat. Momentum ini menjadi penegasan komitmen FTK UIN Mataram dalam melahirkan pendidik yang berkarakter, berilmu, dan berintegritas tinggi untuk masa depan bangsa. (*)








