TP PKK NTB dan BBPOM Mataram Bersinergi Wujudkan Bebas Stunting di Desa Malaka

LOMBOK UTARA (KabarBerita) – Pencegahan stunting di Nusa Tenggara Barat terus digencarkan. Kali ini TP PKK Provinsi NTB kembali bersinergi dengan BBPOM di Mataram serta BKKBN NTB dalam mewujudkan Desa Malaka (KLU) bebas Stunting, Rabu (5/11/2025).

Kegiatan yang digelar pada awal November 2025 ini merupakan bagian dari gerakan bersama pemerintah daerah untuk mempercepat penurunan angka stunting di NTB. Dalam kegiatan tersebut, dilakukan berbagai program edukasi gizi, pemeriksaan kesehatan anak dan ibu hamil, serta sosialisasi keamanan Obat dan Makanan.

Ketua TP PKK Provinsi NTB, Bunda Sinta M. Iqbal, menegaskan bahwa penanganan stunting bukan hanya berkaitan dengan ketersediaan pangan bergizi, tetapi juga mencakup pola asuh, kebersihan lingkungan, serta peran aktif seluruh anggota keluarga. “Kami ingin memastikan setiap keluarga memahami pentingnya gizi seimbang dan konsumsi makanan yang aman bagi anak-anak. Pencegahan stunting harus dimulai dari rumah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bunda Sinta menjelaskan bahwa faktor penyebab stunting tidak semata-mata dari asupan gizi, melainkan juga dipengaruhi oleh berbagai aspek sosial dan budaya. “Kasus stunting sering kali terjadi akibat pernikahan dengan hubungan darah yang terlalu dekat, pernikahan usia dini, jarak kelahiran anak yang terlalu rapat, serta kondisi ekonomi keluarga yang belum memadai,” tambahnya.

Bunda Sinta M. Iqbal, mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kerja sama dalam mengatasi berbagai persoalan sosial di masyarakat. Ia menegaskan bahwa selain stunting, masih banyak masalah lain yang perlu mendapat perhatian bersama. “Kita perlu memperbanyak tim di lapangan, memperkuat peran dasa wisma, kader posyandu, dan seluruh stakeholder agar penanganan masalah lebih cepat dan tepat melalui bekerja keras dan cerdas, dengan langkah yang terstruktur demi kesejahteraan masyarakat,” lanjut bunda Sinta

BBPOM di Mataram memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara mengenali dan menghindari produk obat serta makanan ilegal yang berisiko bagi kesehatan. (Wir/red).

  • Related Posts

    Kemenag NTB Gandeng Pemprov NTB, LPA, dan APH Bentuk Satgas Tindak Kekerasan di Satuan Pendidikan

    MATARAM (KabarBerita) – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) NTB menggelar rapat perumusan Satuan Tugas (Satgas) pencegahan tindak kekerasan dilingkup satuan pendidikan dan Pondok Pesantren (Ponpes) se-NTB. Acara tersebut dihadiri…

    Turun Reses di BKU, Bung Aley Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Warga

    “Reses ini menjadi momentum bagi kami untuk mendengar secara langsung kebutuhan masyarakat.”   Lombok Tengah (KabarBerita) — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (DPRD NTB) Daerah Pemilihan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Reses di Komunitas Hindu, Lalu Pelita Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi

    Reses di Komunitas Hindu, Lalu Pelita Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi

    Mayura Heritage Yoga Campaign, Memadukan Kebugaran dan Pelestarian Warisan Budaya Mataram

    Mayura Heritage Yoga Campaign, Memadukan Kebugaran dan Pelestarian Warisan Budaya Mataram

    Kemenag NTB Gandeng Pemprov NTB, LPA, dan APH Bentuk Satgas Tindak Kekerasan di Satuan Pendidikan

    Kemenag NTB Gandeng Pemprov NTB, LPA, dan APH Bentuk Satgas Tindak Kekerasan di Satuan Pendidikan

    Harga Bumbu Dapur Melonjak di Mataram, Pasokan Seret dan Dolar Menguat Jadi Pemicu

    Harga Bumbu Dapur Melonjak di Mataram, Pasokan Seret dan Dolar Menguat Jadi Pemicu

    Vonis Radit Picu Luapan Emosi, Keluarga Terdakwa dan Korban Sama-sama Kecewa

    Vonis Radit Picu Luapan Emosi, Keluarga Terdakwa dan Korban Sama-sama Kecewa

    Hakim Vonis Radiet 6 Tahun Dalam Kasus Kematian Vira

    Hakim Vonis Radiet 6 Tahun Dalam Kasus Kematian Vira