Tren Kerugian Negara Menurun di NTB, BAP DPD RI tekankan Pengawasan Lebih Ketat

Mataram, (KabarBerita) – Tren kerugian negara di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tercatat menurun. Meski demikian, Badan Akuntabilitas Publik (BAP) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menekankan pentingnya pengawasan yang lebih ketat agar penyimpangan anggaran bisa ditekan hingga nol.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua BAP DPD RI, Yulianus Henock Sumual, saat rapat konsultasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan NTB terkait tindak lanjut Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester II Tahun 2024. Pertemuan berlangsung di Kantor BPK NTB, Jumat (29/8).

“Temuan kerugian negara di NTB cenderung menurun. Ini sinyal positif, namun ke depan kerugian harus terus ditekan. Uang rakyat harus dijaga dan dipertangung jawabkan ,” tegas Yulianus.

Dia menegaskan, bahwa fungsi DPD RI bukan hanya menerima laporan, tetapi juga melakukan pemantauan langsung di daerah. Yulianus pun mengapresiasi langkah BPK NTB yang dinilai berhasil memperkuat pengawasan anggaran.

“Kinerja Kepala BPK NTB cukup baik. Harapan kami, tidak ada lagi pengeluaran yang di-mark up, digunakan untuk kepentingan pribadi, atau proyek siluman. Semua harus transparan dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPK NTB, Suparwadi, mengungkapkan masih ditemukan sejumlah persoalan dalam belanja daerah, seperti kelebihan bayar, kekurangan bayar, hingga penggunaan anggaran tanpa pertanggung jawaban yang jelas.

“Temuan itu umumnya berasal dari OPD. Nilainya memang tidak besar, tapi karena kerap berulang, hal ini menjadi fokus pengawasan kami,” jelasnya.

Ia menambahkan, salah satu temuan bahkan mencapai Rp4 miliar dan kini sedang dalam proses tindak lanjut. BPK memastikan akan terus mengawal setiap temuan hingga tuntas.

“Kami tidak akan kendor. Koordinasi dengan Pemprov NTB dan OPD berjalan baik, dan tata kelola keuangan daerah mulai menunjukkan perbaikan,” pungkasnya. (red)

Related Posts

Ekskutif dan Legislatif dukung Konversi PT. BPR ke PT. BPRS Ciptakan Ekosistem Syari’ah

“Kami berterimakasih dan mengapresiasi sebesar-besarnya atas saran dan masukan yang diberikan Fraksi-Fraksi dari DPRD NTB,”   Mataram (KabarBerita) – Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tenggara Barat (NTB)…

Dubes Kazakhstan Jajaki Peluang Kerjasama dengan NTB

“Kami ingin investasi yang lebih kuat, perjanjian, hubungan pendidikan. Kami juga berbicara tentang kooperasi antara Universitas Mataram dan Karaganda National Research University,” Mataram (KabarBerita) – Dubes Kazakhstan untuk Indonesia Serzhan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Diduga Ada Aset Mataram Mall yang Diagunkan, Komisi II DPRD Mataram Desak Pemkot Buka Informasi Secara Terbuka

Diduga Ada Aset Mataram Mall yang Diagunkan, Komisi II DPRD Mataram Desak Pemkot Buka Informasi Secara Terbuka

Jelang Berakhirnya Kontrak Mataram Mall, Komisi II DPRD Mataram Tunggu Pembahasan dengan Eksekutif

Jelang Berakhirnya Kontrak Mataram Mall, Komisi II DPRD Mataram Tunggu Pembahasan dengan Eksekutif

Pemulangan Jamaah Haji, DPR Mahdalena Desak PPIH Tindak Tegas Maskapai Haji Tukang Delay!

Pemulangan Jamaah Haji, DPR Mahdalena Desak PPIH Tindak Tegas Maskapai Haji Tukang Delay!

Dispar Mataram Tegur Hotel, Minta Semua Konten Bernuansa Asusila Dihapus

Dispar Mataram Tegur Hotel, Minta Semua Konten Bernuansa Asusila Dihapus

DPRD Kota Mataram Soroti Promosi Hotel, Minta Pemerintah Bertindak Tegas

DPRD Kota Mataram Soroti Promosi Hotel, Minta Pemerintah Bertindak Tegas

Ekskutif dan Legislatif dukung Konversi PT. BPR ke PT. BPRS Ciptakan Ekosistem Syari’ah

Ekskutif dan Legislatif dukung Konversi PT. BPR ke PT. BPRS Ciptakan Ekosistem Syari’ah