UIN Mataram Janji Tindak Tegas Dosen Terduga Pelaku Pelecehan Seksual

MATARAM | KabarBerita – Maraknya pemberitaan soal kasus dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh oknum Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram kepada sejumlah mahasiswi dan dilaporkan ke pihak kepolisian langsung direspon oleh pihak kampus.

UIN Mataram berjanji akan mengambil tindakan tegas kepada oknum dosen yang dianggap suda mencoreng nama baik kampus dan dunia pendidikan tersebut.

Rektor UIN Mataram, Prof. Masnun Tahir menyatakan pihaknya komit untuk mengambil tindakan tegas sesuai aturan tanpa pandang bulu, termasuk tidak akan mentolerir pelaku pelecehan seksual.

“UIN Mataram komit untuk tidak mentolerir oknum yang melanggar aturan apalagi melakukan pelecehan seksual,” kata Prof. Masnun kepada KabarBerita, Rabu (21/5).

Selain itu, pelaku juga akan dinonaktifkan dari segala aktivitas dan tugas kampus sembari menunggu hasil pemeriksaan Aparat Penegak Hukum (APH).

“Sanksi administratif dari kampus pasti ditegakkan,” tegas Ketua PWNU NTB ini.

Dikatakan Prof. Mansun, proses lain yang akan dilakukan pihaknya yakni akan melakukan investigasi internal.

“Kampus meminta UIN Care untuk melakukan investigasi,” pungkasnya.

Dilansir dari Antara, Koalisi Stop Kekerasan Seksual (KSKS) NTB mendampingi sejumlah mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram melaporkan seorang dosen terkait dengan dugaan melakukan pelecehan seksual.

“Iya, sementara ini baru tiga yang lapor. Kalau enggak ada halangan, insyaallah pada hari Kamis (22/5) besok ada dua lagi,” kata perwakilan KSKS NTB Joko Jumadi yang ditemui di Polda NTB, Mataram, Selasa (20/5).

Joko menjelaskan bahwa hasil pendataan KSKS NTB tercatat jumlah korban dari perbuatan tidak terpuji dosen tersebut sebanyak tujuh mahasiswi. Namun, mahasiswi yang bersedia memberikan keterangan hanya lima korban.

“Status korban ini ada yang masih menjadi mahasiswi. Ada dari kalangan alumni,” ujarnya.

Dijelaskan Joko, kejadian itu berlangsung dalam periode 2021 sampai 2024 pada malam hari dengan lokus kejadian di Asrama Putri UIN Mataram.

Ia mengungkapkan bahwa modus pelaku melancarkan aksinya dengan memanfaatkan statusnya sebagai kepala asrama putri.

Dengan memiliki kuasa tersebut, kata Joko, korban mau meladeni pelaku karena takut dengan status beasiswa mereka dicabut, mengingat korban dalam kasus ini sebagian besar mahasiswi yang mendapatkan beasiswa bidikmisi.

“Akan tetapi, perbuatan pelaku ini masih kategori cabul, tidak ada yang sampai disetubuhi,” ucap dia.

Joko mengakui korban memberanikan diri melapor ke polisi setelah mendapat dukungan dari KSKS NTB dan pegiat dari Sahabat Saksi dan Korban.

“Mereka juga berani melapor karena terinspirasi dari film Bidaah Walid,” katanya.

Related Posts

Siswa di Dua Sekolah Diduga Keracunan MBG, Ombudsman Gerak Cepat Lakukan Investigasi

LOMBOK UTARA (KabarBerita)-Ombudsman RI Perwakilan Nusa Tenggara Barat bergerak cepat menindaklanjuti informasi adanya dugaan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang basi dan menyebabkan sejumlah siswa SDN 2 dan…

Workshop VMTS FHISIP Unram: JMSI Dorong Kurikulum Komunikasi Sinkron dengan Industri Digital

MATARAM (KabarBerita)-Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Nusa Tenggara Barat ikut ambil bagian dalam Workshop Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi (VMTS) Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP)…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Drainase hingga Posyandu Dominasi Aspirasi Warga Selaparang Saat Reses Ismul Hidayat

Drainase hingga Posyandu Dominasi Aspirasi Warga Selaparang Saat Reses Ismul Hidayat

Ismul Hidayat Dorong Dana Lingkungan Dikelola Langsung Warga, Bukan Proyek Dinas

Ismul Hidayat Dorong Dana Lingkungan Dikelola Langsung Warga, Bukan Proyek Dinas

Proyek Jalan Alternatif Nuraksa–Batu Bolong Tertahan, Negosiasi Lahan Buntu

Proyek Jalan Alternatif Nuraksa–Batu Bolong Tertahan, Negosiasi Lahan Buntu

Waspada! BMKG Keluarkan Peringatan Dini Banjir Rob di Pesisir Lombok dan Bima

Waspada! BMKG Keluarkan Peringatan Dini Banjir Rob di Pesisir Lombok dan Bima

‎Gotong Royong Tiga Pilar, Kecamatan Mataram Ajak Warga Peduli Lingkungan

‎Gotong Royong Tiga Pilar, Kecamatan Mataram Ajak Warga Peduli Lingkungan

Perkara Gratifikasi Tiga Legislator NTB Dilimpahkan ke Meja Hijau, Ini Daftar 13 Nama Legislator Muncul Penerima Suap

Perkara Gratifikasi Tiga Legislator NTB Dilimpahkan ke Meja Hijau, Ini Daftar 13 Nama Legislator Muncul Penerima Suap