
Lombok Barat (KabarBerita) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah program prioritas Presiden Prabowo untuk penyetaraan gizi diseluruh lapisan masyarakat Indonesia, ini terlihat dengan data penerima manfaat MBG di seluruh Indonesia yang berjumlah 89 juta orang.
Anggota Komisi IX DPR RI H.Muazzim Akbar S.IP saat memberikan sosialisasi program MBG mengatakan pentingnya Program MBG ini untuk membangun kecerdasan anak bangsa dan menumbuhkan perekonomian.
Ia juga mengatakan penerima manfaat untuk Daerah NTB sebanyak 1,7 juta, ini sudah termasuk 3B (Balita,Bumil dan Busui).
“Penerima manfaat untuk Daerah kita di NTB sebanyak 1,7 juta orang ini sudah termasuk Balita, Ibu Hamil dan Ibu Menyusui,” ujarnya.
HMA menambahkan PMBG ini tujuannya membangun generasi sehat dan produktif untuk indonesia emas 2045.
“Jadi kita bangun generasi sehat dengan adanya PMBG ini, dan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” terangnya.
Dijelaskan HMA Pengembangan sumber daya manusia berkualitas di indonesia, pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan adalah harapan pemerintah pusat terkait diadakannya MBG.
“Jadi pertumbuhan ekonomi, meningkatkan Sumber Daya Manusia dan penanganan Kemiskinan adalah harapan Pemerintah dengan diadakannya MBG ini,” ucapnya.
HMA juga menyinggung Koperasi desa merah putih yang tujuan pokoknya membangun indonesia dari desa ke kancah Nasional dan diperlukan kolaborasi dari stakeholder terkait.
“Membangun Indonesia itu dimulai dari level dasar yaitu desa, kalau desa sudah tumbuh ekonominya maka otomatis ekonomi Nasional juga tumbuh, jadi ada sinkronasi antara pusat ke desa-desa,” pungkasnya.
Ia juga menyampaikan untuk 1 SPPG terdiri dari 3 tim yaitu tim gizi yang mengatur keseimbangan gizi, dari pihak sppg yang bertugas mengelola dan accounting yang meghitung rincian anggaran dan biaya opersional, dan bisanya membutuhkan 50 pekerja dalam 1 SPPG dan diharapkan para pekerja SPPG berasal dari Daerah terdekat,masih dalam 1 lingkungan supaya efektif.
Untuk Informasi lebih lanjut untuk Kecamatan Gunung Sari, baru 1 SPPG yang beroperasi masih dibutuhkan 3 atau 4 SPPG lagi diharapkan yang mau menjadi mitra BGN untuk mendaftar, dan diprioritaskan orang- orang di daerah sekitar. (Wira)






