1.465 Kepala Keluarga Terdampak Banjir, Tanah Longsor dan Puting Beliung di Lombok Tengah, Rumah dan Toko Rusak

LOMBOK TENGAH (KabarBerita)-Bencana banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Selasa (24/2/2026), berdampak luas terhadap masyarakat.

Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB pada Rabu (25/2/2026) pukul 10.30 WITA, tercatat sebanyak 1.465 kepala keluarga terdampak banjir dan sejumlah bangunan mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem. Bencana ini dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang menyebabkan sungai dan drainase meluap dan merendam permukiman warga di beberapa kecamatan.

Wilayah terdampak banjir tersebar di Kecamatan Pujut, Praya Timur, dan Praya Barat. Di Kecamatan Pujut, Desa Bangket Parak menjadi wilayah dengan dampak terbesar mencapai 450 kepala keluarga, disusul Desa Kuta sebanyak 167 kepala keluarga, dan Desa Pengembur 64 kepala keluarga.

Di Kecamatan Praya Timur, banjir merendam sejumlah desa, di antaranya Desa Kidang dengan 286 kepala keluarga terdampak, Desa Bilelando sebanyak 234 kepala keluarga, Desa Beleka Lebe Sane 150 kepala keluarga, dan Desa Beleka Daye sebanyak 50 kepala keluarga.
Sementara di Kecamatan Praya Barat, banjir berdampak di Desa Tanak Rarang sebanyak 64 kepala keluarga dan Desa Bonder sebanyak tiga kepala keluarga.
Selain banjir, bencana tanah longsor juga terjadi di Desa Pandan Indah, Kecamatan Praya Barat, yang berdampak pada satu kepala keluarga.

Cuaca ekstrem berupa angin puting beliung turut menyebabkan kerusakan bangunan di beberapa lokasi. Di Desa Seteling, Kecamatan Batukliang Utara, satu rumah warga dilaporkan rusak. Kerusakan juga terjadi pada satu rumah di Kelurahan Praya, serta satu unit toko di Desa Kuta, Kecamatan Pujut. Hingga saat ini kondisi masih terjadi hujan lebat, banjir masih menggenangi sejumlah wilayah terdampak.

Tim gabungan dari BPBD Provinsi NTB, BPBD Kabupaten Lombok Tengah, Damkar, aparat kecamatan, dan pemerintah desa telah turun ke lokasi untuk melakukan penanganan dan pendataan. BPBD Provinsi NTB juga menyalurkan bantuan darurat berupa tenda, perahu, genset, lampu, alas tidur, serta logistik makanan instan untuk membantu warga terdampak. Saat ini, kebutuhan mendesak di lokasi bencana adalah bantuan logistik tanggap darurat untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, mengingat wilayah NTB saat ini masih berada pada periode puncak musim hujan yang berpotensi memicu banjir, longsor, dan angin kencang secara tiba-tiba.
Petugas masih terus melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi terdampak hingga kondisi benar-benar aman. (red).

  • Related Posts

    Kemenag NTB Gandeng Pemprov NTB, LPA, dan APH Bentuk Satgas Tindak Kekerasan di Satuan Pendidikan

    MATARAM (KabarBerita) – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) NTB menggelar rapat perumusan Satuan Tugas (Satgas) pencegahan tindak kekerasan dilingkup satuan pendidikan dan Pondok Pesantren (Ponpes) se-NTB. Acara tersebut dihadiri…

    Turun Reses di BKU, Bung Aley Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Warga

    “Reses ini menjadi momentum bagi kami untuk mendengar secara langsung kebutuhan masyarakat.”   Lombok Tengah (KabarBerita) — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (DPRD NTB) Daerah Pemilihan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Reses di Komunitas Hindu, Lalu Pelita Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi

    Reses di Komunitas Hindu, Lalu Pelita Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi

    Mayura Heritage Yoga Campaign, Memadukan Kebugaran dan Pelestarian Warisan Budaya Mataram

    Mayura Heritage Yoga Campaign, Memadukan Kebugaran dan Pelestarian Warisan Budaya Mataram

    Kemenag NTB Gandeng Pemprov NTB, LPA, dan APH Bentuk Satgas Tindak Kekerasan di Satuan Pendidikan

    Kemenag NTB Gandeng Pemprov NTB, LPA, dan APH Bentuk Satgas Tindak Kekerasan di Satuan Pendidikan

    Harga Bumbu Dapur Melonjak di Mataram, Pasokan Seret dan Dolar Menguat Jadi Pemicu

    Harga Bumbu Dapur Melonjak di Mataram, Pasokan Seret dan Dolar Menguat Jadi Pemicu

    Vonis Radit Picu Luapan Emosi, Keluarga Terdakwa dan Korban Sama-sama Kecewa

    Vonis Radit Picu Luapan Emosi, Keluarga Terdakwa dan Korban Sama-sama Kecewa

    Hakim Vonis Radiet 6 Tahun Dalam Kasus Kematian Vira

    Hakim Vonis Radiet 6 Tahun Dalam Kasus Kematian Vira