
LOMBOK TIMUR (KabarBerita)-Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Selasa (24/2/2026), menyebabkan ribuan warga terdampak di sejumlah kecamatan. Hingga laporan pembaruan kedua yang dirilis pukul 23.55 WITA, banjir masih menggenangi beberapa wilayah, sementara upaya penanganan terus dilakukan oleh tim gabungan.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, bencana dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang sejak sekitar pukul 13.00 WITA. Kondisi ini dipengaruhi oleh aktivitas gelombang atmosfer seperti Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, serta faktor kelembapan udara tinggi dan pertemuan angin di wilayah NTB.
Banjir dilaporkan merendam sejumlah desa di Kecamatan Jerowaru, Keruak, Selong, dan Sakra Timur. Di Kecamatan Jerowaru, dampak cukup parah terjadi di Desa Seriwe, di mana 101 kepala keluarga atau 1324 jiwa terdampak, kemudian di Dusun Semerang tercatat Temodo, 58 kepala keluarga atau 187 Jiwa terdampak dan Sengkelok, 61 kepala keluarga atau 244 Jiwa terdampak.
Selain itu, Desa Wakan mencatat 64 kepala keluarga atau 225 jiwa terdampak, serta Desa Pandan Wangi sebanyak 20 kepala keluarga atau 73 jiwa. Di Kecamatan Keruak, Desa Pijot menjadi salah satu wilayah terdampak terbesar dengan 210 kepala keluarga atau 620 jiwa terdampak, sementara Desa Selebung mencatat 45 kepala keluarga atau 80 jiwa terdampak.
Banjir juga melanda wilayah Kecamatan Selong dan menyebabkan halaman Kantor Bupati Lombok Timur terendam. Selain itu, seorang anak berusia empat tahun bernama Azril dilaporkan hilang setelah terseret arus selokan dan hingga kini masih dalam pencarian.
Sementara itu, tanah longsor dilaporkan terjadi di Desa Rempung, Kecamatan Pringgasela, dan Desa Tembeng Putek, Kecamatan Wanasaba.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Provinsi NTB, BPBD Lombok Timur, Tagana, Basarnas, TNI, Polri, serta aparat kecamatan dan desa telah dikerahkan ke lokasi. Selain melakukan pendataan dan penanganan darurat, BPBD Provinsi NTB juga mengirim bantuan logistik ke Desa Pijot, termasuk tenda, genset, lampu, alas tidur, dan makanan instan. Tenda darurat juga telah dipasang untuk menampung warga terdampak. Saat ini, kebutuhan mendesak bagi para korban meliputi bantuan logistik, tenda, matras, selimut, dan makanan siap saji.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat wilayah NTB masih berada pada puncak musim hujan, dengan potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir, angin kencang, dan tanah longsor sewaktu-waktu.
Hingga saat ini, kondisi banjir di sejumlah wilayah dilaporkan masih belum sepenuhnya surut dan petugas terus melakukan penanganan serta pemantauan di lapangan. (red).







