
Mataram(KabarBerita)– Kondisi bangunan sekolah yang menua kembali menjadi sorotan di Kota Mataram. Dua ruang kelas di MTs Badrussalam NW Sekarbela, Jalan Sultan Kaharuddin, ambruk pada Sabtu (20/6) setelah puluhan tahun berdiri tanpa pernah mendapatkan rehabilitasi menyeluruh.
Beruntung, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Saat kejadian, aktivitas belajar mengajar telah berakhir setelah pembagian rapor siswa. Namun, kerusakan yang ditimbulkan cukup parah sehingga area bangunan kini berstatus darurat dan telah dipasangi garis polisi untuk mencegah warga mendekat.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram, Zia Urrahman, bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram M. Yusuf turun langsung meninjau lokasi pada Senin (22/6). Mereka melihat kondisi bangunan yang sebagian besar konstruksinya masih menggunakan material lama sejak pertama kali dibangun pada 1984.
”Kami sangat prihatin dengan kondisi ini. Kami sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Mataram agar bangunan yang rusak dapat segera dibangun kembali. Bersama Kadis Pendidikan, kami turun langsung melakukan pengecekan di lapangan,” ujar Zia.
Menurutnya, dua ruang kelas yang ambruk belum pernah mendapatkan rehabilitasi sejak berdiri lebih dari empat dekade lalu. Dari hasil peninjauan, sejumlah komponen bangunan seperti rangka kayu dan penutup atap masih menggunakan material lama yang kondisinya sudah rapuh.
Zia mengaku telah berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah Kota Mataram, H.L. Alwan Basri, agar sekolah tersebut bisa memperoleh bantuan perbaikan secepatnya. Apalagi saat ini para siswa tengah memasuki masa libur sekolah sehingga proses rehabilitasi diharapkan dapat dilakukan tanpa mengganggu kegiatan belajar mengajar.
”Kami berharap perbaikannya bisa segera dilakukan sehingga ketika tahun ajaran baru dimulai, siswa dapat belajar dengan aman dan nyaman. Komisi IV akan terus mengawal kondisi sekolah-sekolah di Kota Mataram, baik negeri maupun swasta, agar semuanya berada dalam kondisi layak,” tegasnya.
Ia menambahkan, selama ini Dinas Pendidikan bersama instansi terkait terus melakukan pendataan kondisi sekolah, termasuk aspek kelayakan bangunan dan kebutuhan rehabilitasi yang memerlukan penanganan segera.
Sementara itu, Kepala MTs Badrussalam NW Sekarbela, Istiarah, menuturkan sebelum bangunan roboh sempat terdengar suara benturan keras dari arah ruang kelas. Saat dilakukan pengecekan, salah satu ruang belajar sudah dalam kondisi ambruk.
”Dua ruang kelas yang terdampak merupakan bangunan lama yang dibangun sejak tahun 1984 dengan konstruksi rangka atap kayu dan penutup genteng,” jelasnya.
Pasca kejadian, Kapolsek Ampenan AKP Muhammad Ryanto bersama Camat Sekarbela Arief Satriawan langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan serta memastikan tidak ada potensi bahaya lanjutan di sekitar area sekolah.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan ruang kelas IX mengalami kerusakan paling parah dengan kondisi atap roboh total. Sedangkan ruang kelas VII mengalami kerusakan sebagian pada bagian atap.
Kepolisian menduga ambruknya bangunan dipicu faktor usia material penyangga yang sudah tua dan tidak lagi mampu menahan beban konstruksi. Temuan ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya evaluasi berkala terhadap kondisi bangunan sekolah, terutama yang telah berusia puluhan tahun dan belum pernah direhabilitasi.







