
Mataram, (KabarBerita) – Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Haramain NWDI Narmada Lombok Barat, TGH. Hasanain Juaini kembali menerima Apresiasi Kalpataru Lestari 2025 dari Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) karena konsisten melakukan aksi lingkungan.
TGH. Hasanain menerima Kalpataru Lestari bersama 11 pahlawan lingkungan lainnya. Apresiasi Kalpataru Lestari diserahkan langsung Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq pada puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 di Badung Kuta Bali, pada Kamis 5 Juni 2025.
“”Alhamdulillahirabbil ‘alamin. Penghargaan “Kalpataru Lestari” ini istimewa karna ini adalah level selanjutnya dari penghargaan “Kalpataru” yang dulu juga sudah diterima di tahun 2016,” ungkap TGH. Hasanain penuh syukur kepada KabarBerita, Kamis (5/6).
Para penerima penghargaan sendiri dipilih dari para pemenang Kalpataru sebelumnya yang memenuhi sejumlah kriteria, termasuk lima tahun bekerja secara konsisten melestarikan lingkungan sampai saat ini, melakukan peningkatan kegiatan mereka, dan mereplikasi kegiatan pelestarian itu di tempat lain.
“Nominasi Kalpataru Lestari adalah semua orang yg pernah menerima Kalpataru di Indonesia, kemudian dipilih hanya 12 orang saja sebagai finalis yang titik berat penilaiannya adalah keberlangsungan dan konsistensi kegiatan/program lingkungan yang membuat mereka mendapatkan penghargaan Kalpataru sebelumnya,” pungkas Sekjend PB NWDI ini.
Dari penghargaan ini lanjut TGH. Hasanain menunjukkan keistiqomahan Nurul Haramain dalam berjuang menjalankan dan menjaga sunnah Pondok.
“Semoga pondok kita selalu berlimpah ridha dan berkah dari Allah SWT dan kita bisa mengikuti dan menjadi uswah hasanah untuk semua,” ujarnya.
Dilansir dari Antara, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan apresiasi kepada para penerima Kalpataru Lestari, yang terpilih dari para pemenang Kalpataru dari periode 1980-2024.
“Bapak dan ibu semua adalah teladan hidup, saksi dari dedikasi dan konsistensi dan keberanian dalam menjaga bumi kita. Kadang tanpa disorot, tanpa insentif, namun dengan cinta dan ketulusan serta tanggung jawab,” kata Menteri LH Hanif.
Dalam kesempatan tersebut Menteri LH juga menggaungkan bahwa Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 merupakan momen untuk menjadi panggilan moral dan seruan aksi kolektif serta penyadaran bersama, terutama dalam menanggulangi polusi dari sampah plastik yang menjadi sorotan dalam peringatan tahun ini, dengan tema “Hentikan Polusi Plastik.”
Selain TGH. Hasanain Juaini para penerima penghargaan Kalpataru Lestari, termasuk Paris Sembiring dari Sumatera Utara, LSM Bahtera Melayu Bengkalis dari Riau, Sadiman dari Jawa Tengah, Oday Kodariyah dari Jawa Barat, Desa Adat Penglipuran di Bali dan Kelompok Nelayan Prapat Agung Mengening Patasari dari Bali.
Selain itu terdapat pula Hamzah dari Kalimantan Selatan, Masyarakat Dayak Iban Menua Sungai Utik di Kalimantan Barat, Herman Sasia dari Sulawesi Tengah, Timothy Hindom dari Papua Barat, dan Kelompok Pecinta Alam Isyo Hill’s Rhepang Muaif.
Penulis : Dedy Supiandi








