
MATARAM (KabarBerita) – Pembangunan Embung Pemolongan hampir rampung, dengan 90 persen pengerjaan telah berhasil diselesaikan.
Hal ini disampaikan anggota Komisi V DPR RI Abdul Hadi, saat meninjau langsung progress pembangunan embung yang berada di Desa Banyu Urip Gerung Lombok Barat, pada Senin (20/04/2026) lalu.
Politisi senior PKS NTB tersebut menungkapkan jika Pembangaunan Embung Pemolongan itu sesuai dengan Diskresi yang disampaikan Menteri, bahwa itu sebagai bukti nyata keberpihakan Pemerintah terhadap masyarakat di Daerah.
“Jadi Embung Pemolongan di desa Banyu Urip kec. Gerung sesuai dengan Diskresi Menteri yang akan digunakan untuk mengairi persawahan mencapai 50 Hektar di wilayah desa tersebut. Dengan kapsitas 51 ribu perdetik dan itu pemanfaatnya untuk lahan pertanian,” ujarnya.
Ia pun mengatakan bahwa untuk pembangunan proyek Embung Pemolongan sendiri tengah dalam proses finishing dengan 90 persen pengerjaannya telah rampung
“Pembangunannya dimulai akhir tahun 2025 dan saat ini hampir rampung, meskipun sudah melewati batas waktu tapi pengerjaannya sudah mencapai 90 persen,” ungkapnya.
Selin itu Abdul Hadi juga menyebutkan beberapa Permaslahan yang lain, yang masih menjadi PR yang harus segera ditangani, yaitu akses jalan menuju lokasi yang masih belum baik, dan masih bergelombang di sebagiqn besar jalan.
“Yang menjadi catatan jalan menuju embung pemolongan yang masih parah,” terangnya.
Ia juga menyampaikan pembangunan embung itu memilki banyak keuntungan, dimana satu sisi embung memilki kebermanfaatan selain sebagai penyangga ketahan pangan juga menjadi tempat pariwisata, dan perikanan.
“Banyak manfaat yang didapat, mulai dari penunjang ketahanan pangan, wisata dan pemnfaatan untuk perikanan,” ucapnya.
Sedangkan untuk pengawasan sepenuhnya menjadi tanggung Jawab Balai Besar Wilayah Sungai NTB. Dan untuk pelaksanaannya masih dibawah sumber daya air.
“Pengawasannya berada dibawah balai besar wilayah sungai Nusa Tenggara I, dan pelaksanaanya ada dibawah sumber daya air,” pungkasnya. (Wira/red).





