Akses Jalan di Lombok Barat Terputus, Warga Diminta Hindari Lokasi

LOMBOK BARAT (KabarBerita)– Bencana tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 09.25 WITA. Longsor yang dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi tersebut menyebabkan badan jalan amblas dan tidak dapat dilalui kendaraan.

Berdasarkan laporan BPBD Provinsi NTB, longsor terjadi di Desa Keru, Kecamatan Narmada, serta di Dusun Ajok Jaya, Desa Tempos, Kecamatan Gerung.
Di kedua lokasi tersebut, longsor mengakibatkan kerusakan parah pada badan jalan hingga amblas dan terputus. Kondisi ini membuat akses transportasi warga terganggu dan tidak bisa dilalui karena berisiko terjadi longsor susulan.

Tim dari BPBD Kabupaten Lombok Barat bersama instansi terkait, termasuk Dinas PUPR, pihak kecamatan, dan aparat desa, telah turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal dan asesmen dampak bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, Sadimin, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD Lombok Barat dan stakeholder terkait untuk penanganan lebih lanjut. Selain itu, BPBD Kabupaten Lombok Barat juga mengimbau masyarakat agar tidak melintasi lokasi longsor demi keselamatan, mengingat kondisi jalan yang masih rawan.

Saat ini, kebutuhan mendesak yang diperlukan adalah perbaikan jalan agar akses masyarakat dapat kembali normal.

BPBD juga mengingatkan masyarakat di Nusa Tenggara Barat untuk tetap waspada, karena wilayah tersebut sedang memasuki puncak musim hujan yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang, dan tanah longsor secara tiba-tiba.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memantau perkembangan situasi dan menyiapkan langkah penanganan lanjutan di lokasi terdampak. (red).

  • Related Posts

    Nekat Mogok Kerja, Bupati Loteng Ingatkan Nakes PPPK Paruh Waktu Terkenal Pelanggaran Berat

    LOMBOK TENGAH (KabarBerita)-Pelayanan kesehatan di kabupaten Lombok Tengah terancam lumpuh. Pasalnya, Tenaga kesehatan (Nakes) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paru Waktu (PW) mengancam akan mogok kerja massal mulai 27…

    Inovasi Daerah, Merubah Emisi Jadi Karbon Bernilai Ekonomi

    Kepala BRIDA Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, S.H., M.H. Mataram, (KabarBerita) — Ternyata ditengah isu global terkait degradasi lingkungan yang berdampak pada pemanasan global, ada kabar baik bahwa upaya…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Nekat Mogok Kerja, Bupati Loteng Ingatkan Nakes PPPK Paruh Waktu Terkenal Pelanggaran Berat

    Nekat Mogok Kerja, Bupati Loteng Ingatkan Nakes PPPK Paruh Waktu Terkenal Pelanggaran Berat

    Pejabat Mulai Kewalahan, Wali Kota Mataram Buka Opsi Evaluasi Kebijakan Bersepeda

    Pejabat Mulai Kewalahan, Wali Kota Mataram Buka Opsi Evaluasi Kebijakan Bersepeda

    Masuk Tahun Ketiga, Pasar Ikan Bintaro Masih Setengah Jadi

    Masuk Tahun Ketiga, Pasar Ikan Bintaro Masih Setengah Jadi

    Dukung Program Lima Hari Sekolah, Zia Urrahman: Waktu Keluarga Lebih Berkualitas dan Karakter Anak Terbentuk

    Dukung Program Lima Hari Sekolah, Zia Urrahman: Waktu Keluarga Lebih Berkualitas dan Karakter Anak Terbentuk

    Anggaran BBM Terancam Habis November, DLH Mataram Ajukan Tambahan Rp1,4 Miliar

    Anggaran BBM Terancam Habis November, DLH Mataram Ajukan Tambahan Rp1,4 Miliar

    Gufron Semprot PUPR Mataram Soal Reklame Bodong, Sebut Bocorkan PAD dan Rusak Wajah Kota

    Gufron Semprot PUPR Mataram Soal Reklame Bodong, Sebut Bocorkan PAD dan Rusak Wajah Kota