
LOMBOK TIMUR (KabarBerita)-Bencana banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 13.00 WITA. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang menyebabkan sungai dan saluran air meluap serta memicu longsor di beberapa titik.
Data yang dihimpun BPBD Provinsi NTB menyebutkan, banjir terjadi di Kecamatan Jerowaru meliputi Desa Sepapan, Desa Pandan Wangi, dan Desa Kuang Rundung. Selain itu, banjir juga merendam Desa Selebung dan Desa Pijot di Kecamatan Keruak, Lendang Bedurik dan Kelurahan Selong di Kecamatan Selong, serta Desa Menceh di Kecamatan Sakra Timur.
Sementara bencana tanah longsor dilaporkan terjadi di Desa Rempung, Kecamatan Pringgasela, dan Desa Tembeng Putek, Kecamatan Wanasaba.
Salah satu dampak serius terjadi di Kelurahan Selong, di mana Kantor Bupati Lombok Timur dilaporkan terendam banjir. Selain itu, seorang anak bernama Azril (4) dilaporkan hilang setelah terseret arus selokan saat banjir terjadi dan hingga kini masih dalam pencarian.
Selanjutnya, diwilayah Kecamatan Keruak, tepatnya di Desa Selebung, banjir berdampak pada 40 kepala keluarga atau sekitar 80 jiwa. Bencana ini dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem yang dipengaruhi oleh aktivitas gelombang atmosfer seperti Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, serta faktor pertemuan angin dan tingginya kelembapan udara di wilayah NTB.
Tim gabungan dari BPBD Lombok Timur, Basarnas, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, dan aparat desa telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat, asesmen, serta pencarian korban hilang.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, Sadimin, menyatakan kebutuhan mendesak saat ini meliputi bantuan logistik tanggap darurat, tenda, matras, selimut, dan makanan siap saji bagi warga terdampak. Hingga saat ini, banjir masih menggenangi sejumlah wilayah.
BPBD mengimbau masyarakat di Nusa Tenggara Barat untuk meningkatkan kewaspadaan karena wilayah tersebut sedang memasuki puncak musim hujan, sehingga potensi banjir, longsor, dan angin kencang dapat terjadi sewaktu-waktu. Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memantau perkembangan dan melakukan upaya penanganan di lokasi terdampak. (red).







