Alasan Fraksi Gerindra Tolak Hak Interpelasi DAK 2024

MATARAM (KabarBerita) – Fraksi Gerindra menjadi salah satu fraksi dari lima (5) fraksi di DPRD NTB yang menolak usulan hak interpelasi terhadap pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemprov NTB tahun 2024.

Penolakan itu bukan tanpa alasan. Fraksi Gerindra memandang persoalan DAK belum sempurna untuk dilanjutkan menjadi hak interpelasi.

“Semua anggota fraksi partai Gerindra memandang masalah DAK belum sempurna untuk dilanjutkan menjadi hak interpelasi,” kata anggota fraksi Gerindra Lalu Wirajaya, Selasa (4/2).

Salah satu yang dianggap belum sempurna untuk menjadi hak interpelasi kata Lalu Wirajaya adalah obyeknya. Dimana DAK adalah kebijakan pemerintah pusat yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 25 tahun 2024.

“Disana bunyinya pelaksanaan pengawasan itu dilaksanakan oleh kementrian selaku bendahara umum negara,” pungkasnya.

Meski demikian, lanjut Wakil Ketua DPRD NTB ini PMK tersebut tidak kemudian juga menghapus fungsi pengawasan legislatif meski secara langsung diawasi oleh kementrian.

“Silahkan kita awasi juga karena itu masuk juga di APBD kita. Tetapi hak mengawasi itu belum cukup untuk melakukan hak interpelasi,” jelasnya.

“Ini menurut pandangan kami partai Gerindra. Boleh berbeda dengan teman-temen fraksi yang lain. Nanti kan kemudian ada proses selanjutnya apakah bisa lanjut atau tidak,” tambahnya.

Diketahui, hak interpelasi pengelolaan DAK pemprov NTB tahun 2024 digulirkan oleh empat belas (14) anggota DPRD NTB. Dari dinamika yang terjadi saat ini, lima (5) fraksi di DPRD NTB sudah menyatakan menolak hak interpelasi DAK dengan berbagai argumen dan alasan politik.

Related Posts

Sosper Perlindungan PMI, Warga Tagih Ansuransi dan Pelatihan Skill Bagi PMI

Lombok Tengah, (KabarBerita) — Warga Lombok Tengah meminta keseriusan Pemerintah Daerah dalam memberikan jaminan ansuransi bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang meninggal dunia atau yang mengidap penyakit bagi berat. Aspirasi…

DPRD NTB Minta Pemerintah Telaah Aktivitas Tambang Emas Ilegal Dekat Mandalika

Mataram, (KabarBerita) – Wakil Ketua DPRD NTB Lalu Wirajaya meminta kepada pemerintah NTB untuk mencermati adanya aktivitas tambang emas ilegal yang telah menelan korban jiwa di area Bukit Dundang, Dusun…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Dinas Perikanan Kaget Lapak Pasar Ikan Dibongkar untuk Pembangunan KMP

Dinas Perikanan Kaget Lapak Pasar Ikan Dibongkar untuk Pembangunan KMP

Remaja yang Terseret Arus Sungai Ditemukan Meninggal Dunia di Bima

Remaja yang Terseret Arus Sungai Ditemukan Meninggal Dunia di Bima

Tiga Program Strategis PUPR Diresmikan Sebagai Kado HUT NTB ke 67

Harga Pupuk Subsidi Turun, Petani Keluhkan Harga Racun Hama Padi Melambung Tinggi

Harga Pupuk Subsidi Turun, Petani Keluhkan Harga Racun Hama Padi Melambung Tinggi

Proyek Revitalisasi Sekolah Terlambat, Pemkot Mataram Terancam Tanggung Beban Anggaran

Proyek Revitalisasi Sekolah Terlambat, Pemkot Mataram Terancam Tanggung Beban Anggaran

Polres Loteng Bersama Stakeholder dan Masyarakat Sepakat Tolak Penambangan Emas Ilegal di kawasan Pantai Kuta

Polres Loteng Bersama Stakeholder dan Masyarakat Sepakat Tolak Penambangan Emas Ilegal di kawasan Pantai Kuta