
Mataram (KabarBerita) – Pemanfaatan Mesin Karoseri sebagai pusat Edukasi, Pelatihan dan Pemagangan, serta pengembangan Tekhnik Perekayasaan Karoseri bagi Masyarakat, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) yang bekerjasama dengan Usaha Mikro Kecil dan menengah (UMKM) adalah salah satu langkah awal dalam memanfaatkan beberapa alat yang tidak difungsikan dengan baik ucap Kepala BRIDA NTB I Gede Putu Aryadi S.Sos,M.H yang dijumpai di Kantor BRIDA NTB, jumat (23/5).
Dalam kesempatan ini Aryadi mengatakan perlunya penggunaan ruangan yang tidak dipakai untuk menempatkan mesin Rekayasa Karoseri sebagai tempat Workshop untuk mengedukasi, melatih dan pemagangan masyarakat.
“Ruang workshop ini dijadikan pusat Edukasi, pelatihan dan pemagangan dan ini khusus untuk perekayasaan Karoseri nantinya kita akan kerjasama dengan UMKM Profesional yang sudah memiliki izin dan sertifikat dari Instansi yang berwenang,” katanya.
Dia menambahkan BRIDA sebagai pusat pelatihan, pemagangan dan edukasi perlu penataan baru karena masyarakat perlu mengakses informasi dan perlunya BRIDA mengedukasikan hasil Riset ” jadi kita perlu memperbaiki sistem bukan menyalahkan tapi kita melengkapi dan pertama-tama kita memberdayakan potensi sesuai dengan arahan Pimpinan (Gubernur) dan menyikapi potensi yang sudah ada dan kita kembangkan,” katanya.
Aryadi juga mengatakan perlu adanya Riset disetiap sektor karena kalau tidak berdasarkan riset maka hasilnya tidak berfungsi dengan baik dan ujung-ujungnya akan mangkrak.
“Jadi kita bekerja tidak berdasarkan feeling saja tapi harus berdasarkan Riset dan data yang valid , jadi jangan sampai terulang lagi banyak aset yang mangkrak, dan ini perlu inovasi dan perlu kebersamaan dan yang terpenting tidak perlu saling menyalahkan tapi perlu kita mengambil langkah yang konstruktif tidak melanggar hukum dan tidak melampaui kewenangan kita,” katanya.
Terkait dengan Konsorsium Aryadi menjelaskan Konsorsium mengumpulkan Para Ahli dan Akademisi nantinya akan ada Desain Cluster-cluster dan pengembangan Hilirisasi Riset.
“Jadi kita ingin hasil yang nyata dalam pemanfaatanya jangan hanya jadi Dokumen yang tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” pungkasnya.
Dia mengatakan perlunya juga peran serta dari Awak Media untuk mempublikasikan hasil Riset dan membimbing masyarakat untuk memanfaatkan Tekhnologi dan hasil Riset.
“Jadi perlunya kebersamaan dalam mewujudkan itu semua seperti Pameran yang akan direncanakan Konsorsium, Publikasi yang melibatkan Media, jadi kalau BRIDA saja yang menjalankan tidak mampu makanya itulah pentingnya kebersamaan,” tutupnya.





