BRIDA NTB Gelar FGD Dorong Sinergi Multi-Pihak dalam Riset Energi Baru Terbarukan

Mataram, (KabarBerita) – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Meningkatkan Sinergi Multi-Pihak dalam Riset Energi Baru Terbarukan Indonesia”.

Kegiatan yang berlangsung di Aula BRIDA NTB ini berfokus pada pembahasan Peta Jalan Kolaboratif untuk R&D Energi Terbarukan serta peran strategis akademisi, industri, dan pengambil kebijakan dalam pengembangannya.

Kepala BRIDA NTB dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas partisipasi para peserta dari berbagai unsur. Ia menegaskan bahwa NTB memiliki potensi besar dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT).

“Selain potensi pengolahan sampah, NTB juga memiliki potensi energi lain seperti rumput laut dan energi surya yang sangat besar. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut bisa menjadi solusi nyata bagi permasalahan energi di daerah,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya dokumentasi hasil riset dalam bentuk jurnal ilmiah agar dapat diakses secara luas oleh masyarakat dan menjadi referensi pengembangan EBT di masa mendatang.

Dalam sesi pemaparan, Dr. Eng. Obie Farobie, M.Si., menyampaikan materi berjudul “Peta Jalan Kolaboratif untuk R&D Energi Terbarukan dan Peran Akademisi, Industri, dan Pengambil Kebijakan”. Ia menjelaskan konsep Program RIKUB (Riset Unggulan Berdampak) yang menjadi wadah sinergi antara perguruan tinggi, dunia usaha dan industri (DUDI), serta pemerintah daerah untuk menghasilkan riset yang berdampak nyata di masyarakat.

Sementara itu, Dr. Eng. Apip Amrullah, S.T., M.Eng., menekankan pentingnya membangun kolaborasi berbasis empat pilar utama: berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi yang baik.
Ia juga memperkenalkan konsep Desa Berdaya—yakni desa hijau, desa yang bebas sampah, mandiri energi, dan berdaya secara ekonomi melalui pemanfaatan potensi lokal. (*)

Related Posts

Nekat Mogok Kerja, Bupati Loteng Ingatkan Nakes PPPK Paruh Waktu Terkenak Pelanggaran Berat

LOMBOK TENGAH (KabarBerita)-Pelayanan kesehatan di kabupaten Lombok Tengah terancam lumpuh. Pasalnya, Tenaga kesehatan (Nakes) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paru Waktu (PW) mengancam akan mogok kerja massal mulai 27…

Inovasi Daerah, Merubah Emisi Jadi Karbon Bernilai Ekonomi

Kepala BRIDA Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, S.H., M.H. Mataram, (KabarBerita) — Ternyata ditengah isu global terkait degradasi lingkungan yang berdampak pada pemanasan global, ada kabar baik bahwa upaya…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

IIKD Kota Mataram Hidupkan Semangat Kartini Lewat Goresan Warna Anak Disabilitas

IIKD Kota Mataram Hidupkan Semangat Kartini Lewat Goresan Warna Anak Disabilitas

Wali Kota Mohan Roliskana Lepas 393 CJH Kloter 5 Embarkasi Lombok, Suasana Haru Iringi Keberangkatan

Wali Kota Mohan Roliskana Lepas 393 CJH Kloter 5 Embarkasi Lombok, Suasana Haru Iringi Keberangkatan

Nekat Mogok Kerja, Bupati Loteng Ingatkan Nakes PPPK Paruh Waktu Terkenak Pelanggaran Berat

Nekat Mogok Kerja, Bupati Loteng Ingatkan Nakes PPPK Paruh Waktu Terkenak Pelanggaran Berat

Pejabat Mulai Kewalahan, Wali Kota Mataram Buka Opsi Evaluasi Kebijakan Bersepeda

Pejabat Mulai Kewalahan, Wali Kota Mataram Buka Opsi Evaluasi Kebijakan Bersepeda

Masuk Tahun Ketiga, Pasar Ikan Bintaro Masih Setengah Jadi

Masuk Tahun Ketiga, Pasar Ikan Bintaro Masih Setengah Jadi

Dukung Program Lima Hari Sekolah, Zia Urrahman: Waktu Keluarga Lebih Berkualitas dan Karakter Anak Terbentuk

Dukung Program Lima Hari Sekolah, Zia Urrahman: Waktu Keluarga Lebih Berkualitas dan Karakter Anak Terbentuk