Dapur MBG di Sayang-sayang Diduga Serobot Lahan Parkir, Lale: Akan Kami Tindak Tegas!

Mataram (KabarBerita) – Sebuah bangunan ruko yang terletak di kawasan Sayang-sayang, Cakranegara, Kota Mataram, diduga menyerobot lahan parkir umum untuk keperluan pribadi. Ruko yang difungsikan sebagai dapur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), telah memperluas bangunannya hingga ke area yang seharusnya diperuntukkan sebagai lahan parkir.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Lale Widiahning, menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap aturan tata ruang yang berlaku.

“Tidak boleh! Itu jelas melanggar aturan,” tegas Lale saat ditemui seusai Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kota Mataram, Rabu (18/6/2025).

Lale menjelaskan bahwa lahan parkir tidak termasuk dalam kepemilikan bangunan .karena, saat pengajuan izin mendirikan bangunan (IMB), pemohon diwajibkan menyediakan area untuk fasilitas umum dan sosial, termasuk lahan parkir. Oleh karena itu, penggunaan lahan parkir untuk keperluan pribadi, terlebih mendirikan bangunan di atasnya, tidak dibenarkan.

“Jika melihat dari gambar yang kami terima, bangunan tersebut bersifat permanen. Padahal, bangunan semi permanen saja tidak diperbolehkan berdiri di atas lahan parkir. Apalagi ini bangunan permanen, yang jelas melebihi batas sertifikat kepemilikan,” paparnya.

Ketika ditanya apakah ada pengecualian jika bangunan tersebut digunakan untuk mendukung program pemerintah, Lale menegaskan bahwa program seperti MBG tidak dapat dijadikan alasan untuk melanggar aturan.

“Jangan menjadikan program MBG sebagai dalih untuk mengabaikan regulasi. Kegiatan dapur MBG itu lebih bersifat bisnis, bukan sosial. Jika memang bersifat sosial dan darurat, mungkin bisa dimaklumi, tapi itu pun hanya sementara,” ujarnya.

Lale juga mengakui adanya kekeliruan dalam pengawasan sehingga bangunan tersebut luput dari perhatian pihaknya. Ia pun berjanji akan segera berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk menindaklanjuti pelanggaran tersebut.

“Kami akan segera menindak dapur MBG tersebut. Jika dibiarkan, kami khawatir akan menjadi preseden buruk dan memicu pelanggaran tata ruang lainnya oleh pihak-pihak lain,” tutupnya.

  • Related Posts

    Waspada! BMKG Keluarkan Peringatan Dini Banjir Rob di Pesisir Lombok dan Bima

    MATARAM (KabarBerita)–Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainul Abdul Madjid (ZAM) mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob di wilayah pesisir Lombok dan pesisir Bima. Peringatan ini berlaku mulai…

    LPPM Universitas Mataram dan OPD Pemprov NTB Perkuat Kolaborasi Riset Berbasis Kebutuhan Daerah

    Mataram, (KabarBerita) — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Mataram melaksanakan pertemuan dan diskusi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini bertujuan memperkuat…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Senjata Politik Ada, Abrasi Tetap Jalan di Tempat: Pemkot Mataram Kurang Niat?

    Senjata Politik Ada, Abrasi Tetap Jalan di Tempat: Pemkot Mataram Kurang Niat?

    Drainase hingga Posyandu Dominasi Aspirasi Warga Selaparang Saat Reses Ismul Hidayat

    Drainase hingga Posyandu Dominasi Aspirasi Warga Selaparang Saat Reses Ismul Hidayat

    Ismul Hidayat Dorong Dana Lingkungan Dikelola Langsung Warga, Bukan Proyek Dinas

    Ismul Hidayat Dorong Dana Lingkungan Dikelola Langsung Warga, Bukan Proyek Dinas

    Proyek Jalan Alternatif Nuraksa–Batu Bolong Tertahan, Negosiasi Lahan Buntu

    Proyek Jalan Alternatif Nuraksa–Batu Bolong Tertahan, Negosiasi Lahan Buntu

    Waspada! BMKG Keluarkan Peringatan Dini Banjir Rob di Pesisir Lombok dan Bima

    Waspada! BMKG Keluarkan Peringatan Dini Banjir Rob di Pesisir Lombok dan Bima

    ‎Gotong Royong Tiga Pilar, Kecamatan Mataram Ajak Warga Peduli Lingkungan

    ‎Gotong Royong Tiga Pilar, Kecamatan Mataram Ajak Warga Peduli Lingkungan